produsen jenang kudus
Bejo Suyanto memilah jenang yang sudah kadaluarsa setelah dikembalikan oleh para pedagang. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Produsen jenang Kudus yang berada di sentra produksi jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus merugi hingga miliaran rupiah akibat dampak Pademi Covid-19.

Kerugian ini akibat stok jenang yang kadaluarsa sejak pandemi Covid-19 terjadi lima bulan lalu.

Bejo Suyanto (56), produsen jenang Kudus  mengatakan, banyak pedagang yang mengembalikan jenang karena tidak laku. “Sejak pandemi melanda, tempat-tempat wisata sepi. Pedagang pun mengembalikan jenang kami,” katanya, Jumat (21/8).

Akibatnya stok jenang menumpuk sejak lima bulan lalu. Bejo menuturkan, produksi jenang miliknya yang sudah kadaluarsa mencapai 1 ton. “Sebagian besar sudah rusak berjamur,” katanya.

BACA JUGA : Pasar Kopi Muria Lesu, Pimpinan Komisi XI DPR Dorong Perbankan Turun

Bejo menambahkan, produksi jenang berhenti total saat ini. Mesin pengolah jenang berhenti beroperasi. Lima orang karyawannya terpaksa tak bekerja sementara, hingga kondisi pasar pulih.

Akibat kondisi itu, Bejo kini mengaku tak memiliki modal lagi untuk memproduksi jenang.  Ia yang sudah puluhan tahun memproduksi jenang pun, hingga saat ini belum menerima bantuan permodalan.

“Kami mendengar Pemerintah mengucurkan bantuan permodalan untuk UMKM. Namun kami belum mendapat informasi terkait hal itu. Kami juga belum mendapat bantuan apa pun baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemkab Kudus,” katanya.

Pemetaan

Bejo berharap kondisi wisata Indonesia kembali pulih. Ia sebelumnya menjadi pemasok jenang untuk pedagang di objek wisata di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kami berharap kondisi ini segera pulih sehingga usaha kami bisa kembali berjalan,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kudus Ali Mukhlisin meminta OPD terkait aktif melakukan pemetaan pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Mukhlisin mengatakan, Pemerintah baik pusat dan daerah menjanjikan adanya bantuan stimulan untuk pelaku UMKM terdampak Covid-19, apa pun jenis usahanya.

“Pada rapat koodinasi Komisi B dengan dinas terkait beberapa waktu lalu juga disampaikan bakal ada bantuan stimulan untuk pelaku UMKM terdampak Covid-19. Kami berharap semua pihak aktif melaporkan,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan