penyebaran covid-19 kian sporadis
Grafis ilustrasi dari lawancovid19_id

KUDUS, suaramuria.com – Jumlah orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Kabupaten Kudus yang terus meningkat perlu diwaspadai secara serius. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, perlu diwaspadai penyebaran Covid-19 kian sporadis.

Penyebaran bersifat sporadis itu, lanjut Andini, disebabkan banyaknya OTG di tengah masyarakat. Terlebih tren penderita baru Covid-19 di Kabupaten Kudus juga terus meningkat.

“Tren kenaikan penderita baru Covid-19 ini belum ditemukan adanya bukti klaster baru. Justru harus waspada kalau sifatnya sporadis yang artinya banyak OTG di masyarakat,” kata Andini, Minggu (20/7).

Sesuai dengan peta risiko gugus tugas nasional, Kabupaten Kudus masuk zona merah per 5 Juli 2020. Penilaian peta risiko ini akan dievaluasi mingguan. Selain penyebaran Covid-19 kian sporadis, masyarakat juga perlu mewaspadai transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Disebutkan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat sebanyak 303 OTG. Tim Masih memantau sebanyak 77 ODP. Jumlah PDP sampai Minggu (12/7) sebanyak 149 PDP. Sebanyak 120 PDP berasal dari Kabupaten Kudus, sisanya sebanyak 29 PDP berasal dari luar wilayah.

“Dari 120 PDP dalam wilayah, sebanyak 52 PDP dirawat, 17 PDP isolasi, 10 PDP dirujuk dan 41 PDP meninggal. Untuk PDP luar wilayah, dari 29 PDP, sebanyak 11 PDP dirawat, 8 isolasi dan 10 PDP meninggal,” kata Andini.

Sementara itu, pihaknya menerima notifikasi sebanyak 28 kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Kudus. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh kasus berasal dari dalam wilayah dan dua puluh satu kasus berasal dari luar wilayah.

Total Kasus

Total kasus konfirmasi Cvid-19 sebanyak 283 kasus dari dalam wilayah dan 119 kasus dari luar wilayah. Dari 283 kasus dalam wilayah tersebut sebanyak 51 orang penderita masih dirawat dan 87 orang penderita menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, sebanyak 114 orang penderita telah dinyatakan sembuh. Jumlah penderita yang meninggal dunia sebanyak 31 orang.

“Untuk kasus luar wilayah yang terkonfirmasi dari sebanyak 119  kasus, terdapat sebanyak 14 penderita yang dirawat, 53 orang penderita menjalani isolasi mandiri, dan satu penderita telah dirujuk. Untuk penderita yang sembuh sebanyak 39 orang dan meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Sebelumnya, Plt Bupati Kudus Hartopo mengingatkan jumlah kasus baru di Kabupaten Kudus diperkirakan masih akan meningkat. Pasalnya, RSUD dr Loekmonohadi telah mengoptimalkan alat PCR untuk menguji sampel swab dari pasien.

“Lonjakan jumlah penderita karena hasil swab pasien bisa lebih cepat diketahui. Selain itu banyak rumah sakit dari luar daerah yang merujuk pasien ke RSUD atau pun mengirim sampel swab untuk diuji di sini,” katanya.

Hartopo mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Setiap warga yang keluar rumah wajib mengenakan masker.

“Untuk yang berbelanja makanan di warung sebaiknya dibungkus dan dimakan di rumah. Kurangi nongkrong di luar karena ini sangar berbahaya untuk penularan Covid-19,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan