- Advertisement -spot_img
26.1 C
Kudus
Rabu, 18 Mei 2022
BerandaKudusWarga Terban Gali Gua Jepang Berbentuk Huruf L

Warga Terban Gali Gua Jepang Berbentuk Huruf L

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Warga Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menggali gua jepang yang tertutup tanah di kawasan perbukitan situs purbakala Patiayam. Setelah empat hari menggali, gua itu diketahui berbentuk seperti huruf L.

Kepala Desa Terban Supeno mengatakan, pihaknya mulai melakukan penggalian gua yang tertutup tanah, Minggu (26/9). “Gua yang kami gali ini berada di kaki Bukit Cangkraman. Setelah kami gali, gua ternyata berbentuk seperti huruf L. Saat ini penggalian kami hentikan karena faktor keamanan,” katanya, Kamis (30/9).

Penggalian dilakukan secara manual. Warga menggunakan cangkul bergotong-royong menggali untuk membuka mulut gua yang tertutup tanah. Lokasi penggalian berada di sisi barat lereng bukit piramid Cangkraman.

BACA JUGA : Warga Terban Temukan Gua Jepang dengan Sumber Air Melimpah

Supeno mengatakan, bagian dalam gua terdapat semacam kuabah besar. Namun penggalian terpaksa dihentikan karena khawatir atap gua ambrol sewaktu-waktu. Lokasi gua itu berada di sebelah barat surau persis di lereng bukit piramid Cangkraman.

Bukti Cangkraman disebut piramid karena bentuknya mengerucut ke atas, persis seperti piramid. Bukit yang menjadi lokasi pengibaran bendera raksasa menjelang peringatan HUT RI, beberapa waktu lalu itu bisa dilihat langsung dari Jalur Pantura.

Hingga saat ini sudah tiga gua Jepang yang berhasil dibuka kembali. Bentuk gua itu masing-masing seperti huruf T, I, dan L. Menurut sejarah, kata Supeno, banyak titik gua jepang di kawasan perbukitan Patiayam.

Selain untuk penyimpanan logistik, gua-gua itu dulu dimanfaatkan sebagai gua intai dan gua personel.

Gua jepang berbentuk huruf L itu memiliki lebar 170 centimeter, panjang 6 meter, dan arah L di bagian dalam dengan panjang 6 meter. “Jadi bentuk guanya seperti huruf L,” jelasnya.

Empat Titik Gua

Supeno menambahkan, sedikitnya ada empat titik gua di bukit Cangkraman yang masih tertutup. Ia yakin gua-gua tersebut ada yang terhubung.

“Gua-gua jepang di lereng Patiayam cukup banyak. Namun gua itu terutup tanah dari lahan garapan pesanggem (petani penggarap hutan – Red). Padahal gua-gua ini menyimpan banyak jejak sejarah,” katanya.

Supeno berharap ada akademisi atau ahli gua yang memiliki ketertarikan dengan gua-gua Jepang di Patiayam. “Kami berharap ada ahli gua atau ahli sejarah yang melakukan pendampingan, agar pembukaan gua ini dilakukan dengan benar,” katanya.

Ia yang menjabat kepala Desa Terban sejak 2019 kini fokus menata kawasan situs Patiayam. Potensi gua jepang atau gua lainnya, sereta perbukitan situs Purbakala diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini