lokasi karantina pemudik
Warga Menawan menolak lokasi karantina pemudik di Balai Diklat Sonyawarih. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Puluhan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus turun ke jalan, Senin (6/4/2020) pagi. Mereka menolak penggunaan Balai Diklat Menawan untuk lokasi karantina pemudik.

Aksi warga Menawan ini menyusul aksi serupa dua warga desa lainnya yang dijadikan tempat karantina pemudik. Selain Balai Diklat Menawan, lokasi karantina pemudik untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus yakni Rusunawa di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu dan Graha Muria dan Pondok Wisata di Desa Colo, Kecamatan Dawe.

BACA JUGA : Tolak Lokasi Karantina, Warga Colo Blokade Jalan Menuju Graha Muria

Warga ketiga desa itu menolak lokasi karantina. Ketua BPD Menawan Ahmad Prayitno mengatakan, aksi warga ini menjadi respons atas pernyataan Plt Bupati Kudus Hartopo saat siaran langsung di salah satu televisi nasional, Minggu malam.

Dalam pernyataannya, Hartopo mengatakan tetap menggunakan empat lokasi untuk karantina pemudik.

“Padahal Jumat lalu warga melalui Pemdes Menawan mengirimkan surat keberatan ke  Pemkab Kudus. Jika semalam pernyataannya masih sama, berarti surat kami tidak diperhatikan,” kata Prayitno.

Disebutkan, di Menawan saja ada sebanyak 119 warga yang masuk daftar ODP. Selama ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Tidak ada program bantuan dari Pemerintah untuk warga kami yang masuk daftar ODP. Ini tiba-tiba Balai Diklat di desa kami dijadikan lokasi karantina pemudik,” katanya.

Selain itu, tidak ada sosialisasi kepada warga atas rencana itu. Protap di Balai Diklat untuk lokasi karantina juga belum disampaikan ke warga.

Camat Gebog Bambang Gunadi mengatakan, warga Menawan justru sudah membentuk kelompok relawan yang mendata dan memantau kedatangan warga yang mudik dari luar daerah.

“Ini kesadaran warga kami tidak diragukan lagi untuk membantu pemerintah menangkal penyebaran virus korona,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan