suara muria kapal
Kapal penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan kapal-kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Kartini Jepara. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria,com – Cuaca buruk yang terjadi sepekan terakhir ini membuat penyeberangan pelayaran Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya dihentikan sementara waktu.

Sejak Jum’at (3/1/2020), tiga kapal yang melayani rute Jepara-Karimunjawa, yaitu KMP Siginjai dan dua Kapal Express Bahari masih sandar di Pantai Kartini hingga Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA : Polres Jepara dan Demak Patroli Perairan Gabungan

Staf Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Parjiyo mengatakan, pelayaran dinyatakan ditutup sejak Jum’at (3/1). Oleh karena itu, aktivitas di Pelabuhan Kartini sepi. Meskipun demikian, tidak ada wisatawan yang terdampar di Karimunjawa.

”Minggu (5/1) lalu, kapal Pelni dari Semarang telah menjemput wisatawan dari Karimunjawa ke Semarang, sehingga tidaka da yang tertingal di sana,” katanya.

Sebagian wisatawan yang berangkat dari Jepara dan menitipkan mobl mereka di Pelabuhan Kartini juga sudah datang untuk mengambil mobil dan kendaraan yang diparkir.

Meskipun wisatawan dari Karimunjawa sudah dipulangkan, namun aktivitas warga yang dari Jepara akan pulang ke Karimunjawa justru sebaliknya. Mereka hingga kemarin masih tertahan di Jepara.

Seperti yang dialami oleh Ahmad Safi’i dan keluarganya. Ia terpaksa harus menginap di Pelabuhan lantaran batal melakukan penyeberangan kembali pada Jum’at lalu.

Warga Tlogo, Desa Kemojan, Kecamatan Karimunjawa ini mengaku sepekan lalu datang ke Jepara untuk berbelanja kebutuhan. Namun, karena cuaca buruk, ia akhirnya terpaksa bertahan di Pelabuhan Kartini.

”Untungnya, kami bisa bermalam di Kantor Dishub yang ada di pelabuhan ini,” katanya.

Menurutnya, banyak warga Karimunjawa yang sebenarnya mengalami hal serupa. Namun umumnya mereka bermalam di rumah keluarganya yang ada di Jepara. Ia memilih menunggu di Pelabuhan karena barang-barangnya sudah masuk ke kapal Siginjai.

”Kami terpaksa menunggu pelayaran selanjutnya di sini karena tidak ada keluarga di Jepara,” ungkapnya.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara Tri Jotho menyampaikan, sejak Jum’at lalu pelayaran ke Karimunjawa atau Sebaliknya memang ditutup karena tinggi gelombang laut di perairan Jepara mencapai 1,25-2,5 meter. Adapun tinggi gelombang di Karimunjawa mencapai 2,5-3 meter.

”Untuk kapal penyeberangan Jepara-Karimunjawa tingginya tidak sampai di atas tinggi gelombang, sehingga harus berhenti,” katanya.

Meskipun penyeberangan hingga Selasa belum aktif, namun Tri Jotho memperkirakan gelombang pada Rabu (8/1) akan berkurang, sehingga pelayaran ke Karimunjawa kembali mulai dibuka. (SRM)

Tinggalkan Balasan