desa soco
Warga menggelar aksi mancing bareng di jalan rusak Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Kesabaran warga Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus habis menyusul lambannya perbaikan jalan utama desa. Mereka mengubah jalan rusak yang telah menjadi kubangan air menjadi kolam pemancingan.

Aksi itu menjadi protes warga karena kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki. Mereka berkumpul di titik jalan yang rusak, Rabu (27/5). Warga menebar ikan lele di jalan yang dipenuhi air.

Sebagian warga menenteng poster bertuliskan desakan agar jalan segera diperbaiki. Sebagian warga yang lain menggelar aksi memancing bareng untuk menyindir lambannya perbaikan jalan. Anak-anak yang hadir juga ikut berebut lele yang ditebar.

BACA JUGA : Jalan Desa Soco Rusak, Pemdes dan PUPR Beda Pendapat

Teguh Santoso (30), warga Desa Soco mengatakan, jalan tersebut pernah diwacanakan menjadi jalan tembus Kecamatan Dawe menuju Gebog saat HM Tamzil masih aktif menjadi bupati Kudus.

Saat itu muncul wacana membuat jalan tembus di Desa Soco, Kecamatan Dawe menuju Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Namun hingga kini, rencana itu masih sebatas wacana. “Setiap hujan jalan yang rusak berubah menjadi kubangan air. Kerusakan jalan juga menyebabkan banyak kecelakaan di jalan ini,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, ruas jalan Desa Soco menjadi akses utama antar desa seperti Desa Puyoh, Samirejo, dan Desa Cendono, Kecamatan Bae. Jalan itu menjadi akses utama warga menuju Kota. Ruas jalan ini juga menjadi akses vital warga mengirimkan hasil bumi.

“Saat Lebaran ini banyak warga yang melintas. Kami sudah sering melaporkan kerusakan jalan ini. Dulu sudah pernah diukur oleh sejumlah petugas, tetapi sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya,” katanya.

Disebutkan, kerusakan parah ruas jalan itu mencapai 300 meter. Selain aspal mengelupas, setiap hujan turun jalan berubah menjadi kubangan air. Tak sedikit pengendara motor yang terjatuh di ruas jalan tersebut.

“Lambannya perbaikan jalan ini menandakan koordinasi antara pemerintah desa dan dinas terkait yang tidak jalan. Atau dengan kata lain tidak dapat menyelenggarakan pemerintahan yang menyejahterakan. Kesabaran warga habis hingga menggelar aksi ini,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan