warga diminta tak mudik
Bantuan dari sejumlah pihak untuk mendukung penanganan Covid-19 di Pati terus mengalir. (suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Warga asal Kabupaten Pati diminta tak mudik untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona (Covid-19). Bupati Kabupaten Pati Haryanto menggugah kesadaran warganya yang bekerja di luar daerah untuk tidak mudik.

“Warga diminta tak mudik dulu sampai situasi normal kembali. Agar nanti jika bertemu keluarga bisa aman,” ujarnya saat menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (8/4).

Adapun bagi mereka yang telanjur pulang kampung dari luar daerah, bupati yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati mengimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Setelah masa itu selesai, dan tidak terdapat gejala sakit yang mengarah ke Covid-19 maka dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

BACA JUGA: Pati Siapkan Dana Rp 32 Miliar untuk Penanganan Covid-19, Stok Beras di Pati Aman hingga Enam Bulan

Haryanto juga mengajak seluruh warganya untuk bersama-sama berperan melawan Covid-19. Di antaranya dengan mengurangi kegiatan tatap muka, membiasakan pola hidup bersih dan sehat, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

“Kemudian kalau ada gejala seperti demam, segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat. Kami juga berharap warga jujur dan terbuka menyampaikan informasi kepada para tenaga medis,” kata Hariyanto.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya mencatat 11 pasien dalam pengawasan (PDP). Di antara mereka terdapat dua orang yang meninggal dunia sebelum dilakukan tes. Adapun enam PDP dinyatakan negatif dari hasil tes swab.

Sedangkan dua PDP lainnya dinyatakan positif Covid-19. Satu orang berjenis kelamin laki-laki dirawat di RSUD Dr Moewardi Surakarta dan seorang lainnya yakni perempuan dalam perawatan di RSUD dr Soetrasno Rembang.

“Untuk satu PDP lagi negatif Covid-19 dan saat ini masih dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati. Dia belum pulang karena masih menunggu kondisi lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan intensif kepada 157 orang yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Sebelumnya, telah ada 454 ODP yang telah selesai masa pemantauannya.(SRM)

Tinggalkan Balasan