- Advertisement -spot_img
30.9 C
Kudus
Senin, 18 Oktober 2021
BerandaKudusWakil Rakyat Desak Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar

Wakil Rakyat Desak Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Komisi D DPRD Kudus mendesak Pemkab Kudus melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk kembali menggelar sekolah dengan sistem tatap muka untuk anak didik.

Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama sekitar delapan bulan terakhir berdampak pada psikologis anak dan orang tua.

Wakil rakyat dari Fraksi Nasdem DPRD Kudus ini melihat sudah banyak anak yang berangkat sekolah. Namun anak-anak itu tidak mengenakan pakaian seragam sekolah formal.

“Aneh menurut saya jika di jalan banyak ditemui anak-anak berangkat ke sekolah dengan pakaian bebas. Kenapa tidak sekalian diatur agar anak masuk sekolah berseragam formal dengan pelaksanaan prokes (protokol kesehatan – Red) yang ketat,” katanya.

BACA JUGA : Jelang Pembahasan Anggaran, DPRD Kudus Bedah KUA PPAS APBD 2021

Menurut Muhtamat, lamanya PJJ membuat anak dan orang tua terbebani materi pembelajaran. Orang tua juga banyak yang mengeluh. Pasalnya tidak semua orang tua bisa menemani anak belajar di rumah.

“Yang menghawatirkan lagi adalah bagaimana kualitas pendidikan di tengah pandemi saat ini. Tentunya orang tua di tengah kesibukannya bekerja, tidak bisa optimal menemani anak belajar di rumah. Berbeda jika diajar langsung oleh gurunya,” katanya.

Atur Jadwal

Ia berharap Disdikpora segera mengatur jadwal masuk sekolah pada era adaptasi baru. Disdikpora bisa saja mengatur jadwal shift pelajar berangkat ke sekolah. Pelajar yang berangkat pun mengenakan seragam formal.

“Saya melihat di daerah lain sudah mulai ada yang masuk. Saya harap di Kudus juga bisa segera dilaksanakan hal serupa, dengan catatan prokes harus ketat. Proses masuk, belajar di sekolah, hingga pulang harus diatur ketat sesuai aturan prokes,” katanya.

Sementara itu, Disdikpora Kudus tengah mengkaji wacana tersebut dan menyiapkan simulasi, serta fasilitas yang diperlukan. Plt Kepala Disdikpora Herjuno Widodo mengatakan, pihaknya mengkaji bersama Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Majelis Musyawarah Kepala Sekolah.

Ia juga masih menunggu instruksi dari Plt Bupati Kudus Hartopo, karena Kota Kretek masih termasuk zona oranye Covid-19. “Untuk melakukan simulasi harus ada izin dari bupati,” katanya.

Jika sudah ada izin, pihaknya akan mengirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah. Status wilayah menjadi pertimbangan utama uji coba masuk sekolah.

Di tengah masa pengkajian ini, pihaknya mendapat bantuan 5.865 face shield dari Dinas Sosial P3AP2KB Kudus dan Dinas Sosial Jawa Tengah. Face shiled akan disalurkan ke berbagai TK, SD dan SMP. “Face shield digunakan untuk mendukung pembelajaran siswa di tengah pandemi,” katanya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari proker yang diterapkan dalam pembelajaran tatap muka. Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pihaknya sudah menerima permohonan uji coba masuk sekolah di SMK 1 Kudus pada awal November. “Saya belum tanda tangani, karena harus melihat terlebih dahulu skema simulasinya,” katanya. (SRM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: