suara muria hiv
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dr M Fakhrudin (dua dari kiri) berdialog dengan siswa dan guru saat Sosialisasi TBC dan HIV/AIDS di SMK Bhakti Praja Jepara. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com – Munculnya kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Jepara dengan angka yang sangat mencolok, mengundang keprihatinan yang mendalam berbagai pihak. Apalagi, Jepara disebut mendapat rangking satu se-Jateng.

Untuk itulah, semua elemen harus lebih fokus pada gerakan pencegahan penularan baru HIV/AIDS baru, utamanya pada para remaja.

“Kita memang harus lebih konsen pada penularan baru. Salah satu upayanya dengan publikasi media, agar informasi lebih cepat sampai ke masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dokter M Fakhrudin.

BACA JUGA : SKB Jepara Dorong Pengembangan Kampung Literasi Dukuh Cabe

Dijelaskan, ekspose HIV ke beberapa media akhir ini diharapkan semua pihak terkait berperan aktif untuk mencegah tambahan kasus HIV baru –terutama hubungan berisiko tinggi — lelaki seks dengan lelaki (LSL) yang masih remaja.

“Sehingga, kami  konsen di promotif preventif usia remaja. Sejak pekan lalu, kami sosialisasi  di kalangan pelajar SMA / SMK / Ponpes, PMI dan lainnya,” terang Fakhrudin.

Bersama Tim dari P2P Dinas Kesehatan Jumat lalu melakukan sosialiasi di SMK Bhakti Praja Jepara. Selain pelajar kelas X dan XII yang jumlah mencapai tiga ratus lebih, kegiatan juga diikuti para guru. Ikut dihadirkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dipaparkan, angka angka HIV/AIDS yang menyolok di Jepara dan Jateng.

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jepara sejak ditemukan 1997 lalu hinggga Agustsu 2019 mencapai 1.135, dengan perincian HIV 591, dan AIDS 544. Pada 2016 muncul kasus baru 118, Tahun 2017 sebanyak 149. Pada 2018 169 kasus baru—HIV 114, dan AIDS 55.

Untuk 2019 ini, Januari-Agustus ada 96 kasus baru—71 HIV, serta 25 AIDS.  Laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, pada 2018  lalu di Jateng muncul kasus baru 2.564.  Kampanye pencegahan HIV, kataFakhrudin, ternyata ada beberapa  pemangku kebijakan salah sangka. Khawatir akan kurangi minat wisatawan sehingga  PAD turun.

Kepala SMK Bhakti Praja Jepara Gunanto SPdST MM menyatakan sangat prihatin atas peningkatan  jumlah masyarakat yang terkena HIV/AIDS .

“Terlebih, Jepara menempati  peringkat pertama. Oleh karena itu atas nama SMK BhaKti PraJa Jepara  kami mengapresiasi dan memberi dukungan penuh kepada DKK  Jepara dan dinas lembaga terkait yang telah melakukan langkah langkah Sosialisasi  kepada  siswa siswi kami.  Semoga ilmu yang ditularkan memberikan pencerahan  kepada anak didik kami,” ujarnya.

Salah seorng guru SMK Bhakti Praja Dra Diyah Retnowati menjelaskan, peserta sekitar 300 siswa siswi Kelas X dan XII. Sebab, yang kelas XI tidak bisa ikut karena sejak 12 Desember lalu, diterjunkan ke dunia industri dalam program praktik kerja lapangan PKL.

Selain guru, siswa juga ikut memberikan tanggapan dan  aktif berdialog saat sosialisasi. Diantaranyam  Falia siswi XII  broadcast, dan Johan, Kelas XII  Listrik. Para pelajar mengaku senang mendapatkan penjelasan seputar penyakit TBC (baru-baru) dan HIV/AIDS.

Dengan penyebaran informasi secara gamplang, diharapkan para remaja, utamanya para pelajar ikut berperan dalam gerakan pencegahan.(SRM)

Tinggalkan Balasan