27.9 C
Kudus
Minggu, 24 September 2023
BerandaTerbaruWabah LSD Nol Kasus di Rembang

Wabah LSD Nol Kasus di Rembang

- Advertisement -spot_img

REMBANG, suaramuria.com – Kabar baik untuk warga Rembang. Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau masyarakat sering menyebut lato-lato kini sudah 0 kasus di wilayah Kabupaten Rembang. Wabah LSD membuat  peternak sapi khawatir, sehingga tak jarang mereka menjual ternaknya dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga normal.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Lulu’ Rofiana saat ditemui di kantornya mengatakan dari data yang per tanggal 2 Mei kemarin sampai 16 Mei 2023 ini, sudah tidak ada sapi yang terjangkit penyakit LSD.

Wabah LSD Nol Kasus di Rembang
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Lulu’ Rofiana

Data Dintanpan Rembang mencatat total kasus LSD di Kabupaten Rembang sebanyak 3.800 kasus. Dari jumlah kasus itu sebanyak 3.705 ekor sapi dinyatakan sembuh, sedangkan sapi yang mati karena terjangkit LSD ada 75 ekor. Kemudian yang terpaksa dijual atau dipotong berjumlah 20 ekor.

Lulu’ menjelaskan faktor cuaca kemarau disebutnya menjadi faktor menurunnya kasus LSD. Penyakit  ini  disebabkan oleh virus, sehingga pada cuaca panas seperti ini menyulitkan perkembangan virus.  “Hal ini kemungkinan disebabkan faktor cuaca. Ini kan sudah musim kemarau, sehingga perkembangan penyakit LSD ini juga ikut turun dan alhamdulillah tidak ada, ” ujarnya

 

Pengobatan LSD

Lulu' menuturkan selama merebaknya wabah LSD, Pemkab menerjunkan empat dokter hewan dan 40 petugas. Juga dibantu masyarakat yang telah mengetahui cara penanganan terhadap sapi yang terjangkit LSD. "Tingkat kematian sesuai teori , tingginya ini sebenarnya di pedhet (anak sapi-red). Terutama hingga pedhet umur 3 bulan, karena imunnya belum terbentuk , belum bagus, " ungkapnya.

Untuk pengobatannya, petugas terlebih dulu melihat kondisi dari masing- masing sapi yang terjangkit LSD. Pasalnya upaya  penyembuhan LSD ini menyesuaikan dengan gejala yang timbul pada sapi tersebut.  "Tapi biasanya yang sering adalah pemberian vitamin. Vitamin dan anti biotik itu yang biasanya diberikan oleh petugas kami."

Menurut Lulu, vitamin dan anti biotik dapat meningkatkan imunitas sapi. Sapi harus terjaga makannya,  teratur untuk mendukung imunitas.  Ciri- ciri penyakit LSD, pada sapi ini muncul benjolan pada kulit sapi, terutama pada bagian leher, punggung, dan perut. Selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga dapat mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu. (red/sm)

BACA JUGA  Bupati Kudus : Program TMMD Bantu Pembangunan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini