- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaPatiVaksinasi Santri Mendapat Dukungan Penuh

Vaksinasi Santri Mendapat Dukungan Penuh

- Advertisement -spot_img

PATI, suaramuria.com – Vaksinasi santri mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen. Progam tersebut dinilai dapat begitu membantu proses belajar mengajar di kalangan pondok pesantren. Terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Apresiasi itu turut diungkapkan oleh Kiai Ahmad Nadhif, perwakilan tim inti Forum Komunikasi Pengasuh Pondok Pesantren Se-Kajen dan sekitarnya (FKPPK) saat progam vaksainasi merdeka Candi kemarin.

Dalam progam itu memang menyasar pada 500 orang santri di kawasan pesantren Kajen, Kecamatan Margoyoso. Progam yang digelar Polres Pati itu sendiri difokuskan di halaman Gedung Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda.

“Progam ini tentunya sangat membantu kami. Sehingga harapannya bisa mencegah persebaran Covid-19 di ponpes. Kami sangat berterimakasih,”ujarnya kepada awak media.

Dikatakannya untuk jumlah santri di Kajen dan sekitarnya tercatat lebih dari 20 ribu orang. Namun dalam vaksinasi kemarin baru ditargetkan 500 santri. Hal itu lantaran untuk kelompok usia 18 tahun ke atas.

“Untuk golongan kelompok tersebut memang relatif sedikit. Karena sebagian besar santri berusia 12 hingga 17 tahun,”terangnya.

BACA JUGA : Vaksinasi Pelajar, KPSG Ingin Sekolah Tatap Muka Segera Digelar

Meski begitu dia mengaku adanya kemungkinan vaksinasi bagi santri berusia 12 hingga 17 tahun. Terlebih Presiden Republik Indonesia sudah meluncurkan vaksin untuk kelompok usia tersebut.

“Demikian berdasarkan pembicaraan kami dengan Kapolres. Mabes Polri juga sudah dikontak, dalam waktu dekat akan ditambahi (vaksin untuk 12 tahun ke atas),” jelas dia.

Bahkan rencananya, pada vaksinasi tahap kedua mendatang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dokkes POlres Pati dalam memperluas jumlah santri yang dilakukan vaksinasi.

Selama ini jajaran ponpes memang telah menerapkan protokol kesehatan ekstra ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Seperti diharuskannya tes antigen maupun PCR bagi santri yang hendak kembali ke pesantren.

“Dalam progam vaksinasi ini sendiri, kami berlakukan penjadwalan antar pondok pesantren. Langkah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan saat vaksinasi,” imbuhnya.

Memulihkan Kesehatan

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan pihaknya akan terus melakukan vaksinasi sebagai upaya memulihkan kesehatan di masyarakat. Hal itu telah menjadi progam kepolisian untuk percepatan vaksinasi.

“Ini merupakan progam vaksinasi merdeka candi yang akan terus kami lakukan sampi 16 Agustus,”terangnya.

Selain ke santri, pihaknya juga menargetkan kelompok masyarakat lain. Baik nelayan pesisir Juwana, ojek online, maupun yang lainnya.

“Untuk hari ini 500 sasaran nanti akan berlanjut terus termasuk sesuai ketentuan dan persayaraatan usia dan pemeriksaan kesehatan. Kalau hingga sekarang ini dalam progam vaksinasi merdeka Candi telah melakukan vaksinasi ke 4 ribu masyarakat. Kami akan terus diperkuat personil dan vaksinatornya. Kami juga bekerjasama dengan pemerintah daerah dan TNI,” imbuhnya.(srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here