calon manajer persipa
Penggalangan dana Patifosi untuk mengusung calon manjer Persipa. (foto : suaramuria.com/dok)

PATI, suaramuria.com – Kelompok suporter Persipa, Patifosi, menggalang dana untuk mengusung calon manajer klub kebanggaan warga Kabupaten Pati itu. Mereka turun ke jalan untuk menghimpun dana dari masyarakat.

Ketua Umum DPP Patifosi Dian Dwi Budianto mengatakan, aksi itu murni inisiatif gerakan anggota tanpa instruksi dari DPP. Namun, ia mengapresiasi langkah Patifosi untuk menggalang dana tersebut.

Pendaftaran calon manajer Persipa 2021 dibuka pada 20 Januari hingga 1 Februari 2021. Panitia mensyaratkan calon manajer memiliki deposit dana Rp 250 juta cukup berdasar. Selain dana APBD, dana deposit itu untuk menjamin Persipa mampu mengarungi kompetisi.

BACA JUGA : Sebelas Orang Reaktif saat Terjaring Razia PPKM

Berniat mengusung salah seorang anggotanya sebagai manajer Persipa musim kompetisi 2021, beragam upaya pun ditempuh Patifosi.  Mereka turun ke jalan menyasar sejumlah titik di perkotaan untuk menghimpun dana, Rabu (27/1).

Mereka menyertakan maskot sehingga menyita perhatian pengguna jalan. Aksi tersebut bakal diperlebar ke 21 kecamatan di Bumi Mina Tani.

Penuhi Syarat

Penggalangan dana terpaksa ditempuh Patifosi agar dapat memenuhi salah satu syarat mendaftar sebagai calon manajer Persipa. Syarat tersebut, yakni calon manajer harus memiliki dan Rp 250 juta.

“Aksi itu murni gerakan anggota tanpa ada instruksi dari DPP,” ujar Ketua Umum DPP Patifosi Dian Dwi Budianto.

Kendati demikian, dia mengapresiasi langkah anggotanya. Jerih payah menggalang dana dari berbagai tempat di seluruh wilayah kecamatan di Pati, menurutnya sebagai wujud kecintaan anggota Patifosi terhadap Persipa.

Dian menyebut, dana senilai Rp 250 juta sangat besar. Namun, awak Patifosi tetap semangat untuk untuk memenuhi itu.

“Itu bukti mereka semangat untuk ikut memperjuangkan Persipa. Sekaligus wujud kecintaan pada identitas kota tanpa ada paksaan dari pihak mana pun,” katanya.

Tak sebatas menggalang dana, anggota Patifosi juga memberikan donasi. Bahkan, sebagian dari mereka merelakan jersey, hoodie, maupun syal untuk dijual dan hasilnya disumbangkan. Termasuk ada yang membuka kedai 51 untuk mengumpulkan dana. (srm)

Tinggalkan Balasan