penghapusan zonasi ppdb
Perwakilan Forum Kepala SMA Swasta Jateng beraudiensi dengan jajaran Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Usulan penghapusan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA ditolak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Aspirasi tersebut disampaikan Forum Komunikasi Kepala SMA Swasta (FKKS) Jawa Tengah saat beraudiensi dengan Kemendikbud di Jakarta, Senin (27/1/2020).

“Keluhan SMA swasta atas sistem zonasi dalam PPDB tidak membuahkan hasil dan perubahan. Karena menurut Kemendikbud sistem zonasi tersebut telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Ketua FKKS Jateng Roni Widodo melalui Humas Edi Waluyo kepada suaramuria.com seusai audiensi.

Dalam kesempatan itu, Edi mengaku FKKS diterima Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sri Renani Pantjastuti.

Dia mengemukakan, aspirasi penghapusan sistem zonasi PPDB penting diasampaikan lantaran berdampak bagi SMA swasta.

“Kebijakan itu secara tidak langsung akan membunuh secara halus SMA swasta. Terutama SMA swasta yang kecil,” katanya

BACA JUGA : DPRD Pati Usulkan Konsep Zonasi Sekolah Ditinjau Ulang

Selain sistem zonasi PPDB, pihaknya juga membawa sejumlah aspirasi, antara lain berkait tunjangan profesi kepala sekolah yang belum terbayarkan.

“Di Jateng, tunjangan profesi kepala sekolah enam bulan belum terbayarkan. Tunjangan itu yakni triwulan ketiga dan triwulan keempat 2019,” ungkapnya.

Menurutnya, keluhan itu langsung direspon Kemendikbud dengan menjanjikan akan membayarkan paling lambat pada Februari.

Kemendikbud pun menyarankan kepala sekolah swasta untuk memenuhi sejumlah kualifikasi, yakni Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) dan sertifikat penguatan kepala sekolah.

“Bagi kepala sekolah yang belum berusia 60 tahun wajib mengikuti Diklat penguatan kepala sekolah. Pendaftaran Diklat penguatan kepala sekolah tahun ini akan ditutup pada April,” paparnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan