- Advertisement -spot_img
22.9 C
Kudus
Minggu, 25 Juli 2021
BerandaLaga MuriaTurnamen Divisi Utama Askab Diikuti Delapan Tim

Turnamen Divisi Utama Askab Diikuti Delapan Tim

- Advertisement -spot_img

REMBANG – Turnamen Turnamen Divisi Utama Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Rembang yang akan digelar di Stadion Krida 24 – 28 Desember akan diikuti oleh delapan tim. Dua tim lain yang direncanakan ikut urung turut serta di turnamen itu.

Delapan tim yang mengikuti turnamen yaitu Cakra Gunungsari, Bina Sakti, Basoka, Sluke FC, Persela Lasem, Cahaya Muda, PSSA dan Condromowo. Sedangkan dua tim yang absen yaitu Playon FC dan Brantas Tasikagung. Delapan tim itu pada Minggu malam kemarin mengikuti temu tehnik di Ruang Rapat Kantor KONI Rembang. ”Delapan tim peserta Turnamen Divisi Utama Askab PSSI Kabupaten Rembang menyepakati turnamen berlangsung dengan sistem gugur,” kata Kuncoro, Ketua Panitia Turnamen Askab PSSI Kabupaten Rembang.

Dengan waktu turnamen yang akan digelar dalam empat hari, maka setiap hari akan digelar dua pertandingan. Pada tanggal 24 Desember Cakra FC akan bertemu Bina Sakti pada pukul 14.15. Disusul laga PSSA melawan Condromowo. Sedangkan tanggal 25 Desember, akan digelar laga Basoka melawan Sluke FC dan Persela melawan Cahaya Muda. ”Dua hari tanggal 24-25 akan digunakan sebagai penyisihan. Semifinal tanggal 26 Desember dan Final 28 Desember,” kata dia.

Tanpa Degradasi

Panitia turnamen lain, Hadi Surento mengatakan dengan sistem turnamen itu, semua tim juga sepakat dalam Divisi Utama Askab PSSI Rembang tidak ada sistem degradasi seperti pada pelaksanaan sebelumnya. ”Kalau kompetisi dengan sistem grup bisa dilakukan degradasi seperti tahun sebelumnya. Namun karena ini hanya berbentuk turnamen, maka tidak ada sistem degradasi,” jelas dia.

Dia berharap pada tahun mendatang, Divisi Utama Askab PSSI Kabupaten Rembang bisa kembali digelar dengan sistem kompetisi. ”Tahun ini karena persiapannya mepet, terpaksa menggunakan sistem turnamen. Namun tahun depan kami harap divisi utama ini bisa kembali normal dengan setengah kompetisi atau kompetisi penuh,” kata dia.
Selain itu, mantan pemain dan pelatih PSIR ini berharap di tahun mendatang pelatih yang memegang tim Divisi Utama wajib memiliki lisensi. ”Sehingga hasil pelatihan Lisensi D PSSI kemarin bisa bermanfaat,” tandas dia. ()

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: