sewa pasar kliwon
Petugas Dinas Perdagangan menempel stiker di salah satu kios di Pasar Kliwon Kudus yang menunggak sewa. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Tunggakan sewa Pasar Kliwon oleh pedagang menxapai Rp 1 miliar lebih. Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memasangi stiker di sejumlah kios di Pasar Kliwon akibat pedagang menunggak pembayaran retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (PKD) atau sewa kios selama beberapa tahun.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan, total nilai tunggakan yang tercatat mencapai Rp 1 miliar. Sejumlah pedagang bahkan ada yang menunggak sewa sejak Desember 2016.

Pemasangan stiker itu menjadi langkah terakhir untuk menegur pedagang yang belum membayar sewa. Sebelumnya, semua upaya mengingatkan pedagang agar melunasi tunggakannya sebelum jatuh tempo sudah dilakukan.

BACA JUGA : Petani Tebu Tuntut Kepastian HPP Gula

Selain secara lisan dengan mendatangi pedagang langsung di kiosnya, Dinas Perdagangan juga telah mengirimkan surat “cinta” untuk para pedagang tersebut. Namun hingga awal Maret ini, masih banyak pedagang yang menunggak pembayaran retribusi PKD.

“Pemasangan stiker di kios pedagang yang belum memenuhi kewajibannya ini sebagai bentuk pemberian efek jera karena akan diketahui oleh pedagang lainnya bahwa kiosnya masih menunggak,” katanya.

Stiker bewarna merah dengan tulisan “belum membayar retribusi PKD” itu dipasang oleh petugas di bagian depan kios. Dengan pemasangan stiker itu, Dinas Perdagangan berharap agar pedagang segera sadar untuk memenuhi kewajibannya.

Sudiharti menambahkan, tunggakan tersebut selalu menjadi temuan oleh pihak inspektorat maupun BPK. Temuan itu pun dicatat sebagai piutang yang harus diselesaikan. Tak hanya di Pasar Kliwon, tunggakan sewa juga muncul di Pasar Bitingan dan Pasar Jember.

“Kami tunggu respons pedagang hingga sepekan mendatang, jika masih membandel, tentu akan ada tindakan tegas,” katanya.

Tunggakan Bervariasi

Kepala Koordinator Pasar Kliwon Sugito mengatakan, tunggakan dari masing-masing pedagang bervariasi karena disesuaikan dengan luas kios maupun lapak jualannya.

Di Pasar Kliwon, tarif sewa kios maupun ruko per meter persegi sebesar Rp 500 ribu per bulan, sedangkan los sebesar Rp 250 ribu per meter persegi per bulan.

Pedagang yang menunggak, sudah diingatkan berulang kali. “Ada yang beralasan belum memiliki uang dan ada yang berpegangan pada surat hak guna bangunan (HGB) hingga tahun 2021,” katanya.

Sopii, salah seorang pedagang yang menunggak mengakui adanya tunggakan tersebut. Ia mengatakan telah berupaya melunasi tunggakan tersebut.

“Kami pun ingin segera bisa membayar, namun bagaimana lagi saat ini Pasar sepi, jualan juga ikut sepi,” katanya. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan