- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Sabtu, 31 Juli 2021
BerandaKudusTotal Anggaran Covid-19 Kudus Rp 67 Miliar, Separuh Habis untuk Insentif Nakes

Total Anggaran Covid-19 Kudus Rp 67 Miliar, Separuh Habis untuk Insentif Nakes

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Separuh anggaran penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kudus habis untuk membayar insentif tenaga kesehatan. Pemkab Kudus terpaksa membayar kebutuhan itu, setelah Pemerintah Pusat tidak mencairkan insentif nakes.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, secara keseluruhan, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran hingga Rp 67 miliar untuk kebutuhan penanganan Covid-19.

“Dari total anggaran sebesar Rp 67 miliar, sebanyak Rp 33 miliar habis untuk insentif tenaga kesehatan RSU Kudus maupun Puskesmas,” katanya.

Pemkab harus mengalokasikan anggaran sebanyak itu setelah Pemerintah Pusat mengalihkan kebutuhan pembayaran insentif nakes ke Pemerintah Daerah.

“Anggaran yang kami siapkan juga untuk dukungan vaksinasi, kelurahan. Termasuk juga untuk pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat pandemi,” katanya.

Pemkab Kudus harus meminta bantuan ke Pemprov Jateng untuk menambah sarpras ruang isolasi terpusat. Ia menghitung kebutuhan anggaran isolasi terpusat di Rusunawa, yang menjadi opsi prioritas isolasi terpusat di Kudus, mencapai Rp 1,039 miliar.

Anggaran sebanyak itu diasumsikan untuk isolasi sebanyak 771 oran pasien selama 14 hari. Pemkab juga telah menghitung kebutuhan untuk petugas yang mencapai Rp 798 juta untuk penanganan selama 60 hari.

Pemkab Kudus menyiapkan tempat isolasi terpusat menyusul penghentian pengiriman pasien OTG ke Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Isolasi Terpusat

Bupati Kudus Hartopo menyebutkan total ada sebanyak 955 tempat tidur di tempat isolasi mandiri terpusat yang disiapkan di Pemkab Kudus dan Pemerintah Desa.

Rusunawa memiliki sebanyak 180 tempat tidur, Balai Sonyawarih Menawan memiliki sebanyak 68 tempat tidur, dan Graha Muria sebanyak 60 tempat tidur. Ruang isolasi khusus Asrama Akbid memiliki sebanyak 48 tempat tidur.

Sisanya sebanyak 599 tidur tersebar di desa-desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.

“Kendalanya masih ada fasilutitas yang minim dan nakes yang terbatas. Terutama di tempat-tempat isolasi terpusat di desa. Kami tengah meminta bantuan ke Pemprov Jateng,” katanya.

Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus akan menyeleksi warga untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Warga yang tidak memiliki kamar terpisah untuk anggota keluarganya yang positif Covid-19, akan dipindahkan ke tempat-tempat isolasi terpusat.

“Untuk penempatan warga di isolasi terpusat akan lebih selektif lagi. Pada prinsipnya tidak boleh ada campur antara warga yang positif dan negatif di satu rumah. Terlebih jika tidak punya kamar terpisah untuk yang positif,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: