- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Rabu, 14 April 2021
BerandaKudusTKGS Sasar 442 PAUD, Kesejahteraan Guru non ASN Meningkat

TKGS Sasar 442 PAUD, Kesejahteraan Guru non ASN Meningkat

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) yang merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kudus dalam meningkatkan kesejahteraan guru non ASN, juga menyasar ke 442 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada melalui Kabid Paud dan Dikmas Kodhori, mengatakan bahwa TKGS sudah lama dirasakan manfaatnya oleh para guru.

“TKGS sendiri sudah ada sejak tahun 2019 yang dulunya setiap guru mendapatkan Rp. 1 juta perbulan. Namun, setelah berjalan sekitar satu tahun besaran tunjangan berdasarkan masa kerja, jam mengajar, dan jumlah siswa,” katanya.

BACA JUGA : Kisah Pilu Guru TPQ Berjualan Lilin Sambung Hidup di Tengah Pandemi

Rata-rata saat ini, imbuhnya, para guru di lingkungan Paud perbulan mendapatkan TKGS sebesar Rp. 350 ribu – Rp. 400 ribu. Kemudian Rp. 600 ribu perbulan. Sedangkan untuk tunjangan Rp. 1 juta perbulan hanya ada beberapa gelintir orang saja.

Kasi PTK Paud dan Dikmas, Suroso menambahkan bahwa anggaran untuk Paud selama tahun 2020 mencapai sekitar Rp. 7,56 miliar. Jumlah tersebut tidak semuanya untuk TKGS bagi guru-guru yang ada di 442 lembaga Paud (satuan pembelajaran sejenis, TK, KB, TPA) Se-Kudus.

“Selain untuk TKGS, anggaran tersebut juga digunakan untuk workshop, sosialisasi dapodik bagi lembaga-lembaga Paud di Kudus tersebut. Mengingat tidak semua guru mendapat TKGS ini belum memenuhi syarat-syarat yang ditentukan,” jelasnya.

Ia mencontohkan untuk TKGS Rp. 1 juta perbulan guru harus memenuhi masa kerja selama 25 tahun. Ditambah dengan jam mengajar dan jumlah siswa yang kemudian diakumulasi.

Ringankan Beban

Sementara itu, Kepala KB Baitul Ilmi, Nunuk Retno Indrijati mengaku dengan adanya TKGS ini dapat meringankan beban sekolah di masa pandemi. Mengingat KB tersebut selama pandemi menggratiskan SPP karena banyak wali murid yang ekonominya terdampak akibat pandemi.

“TKGS menjadi andalan kami di masa pandemi, setidaknya sedikit meringankan beban ekonomi para guru. Mengingat sekolah tidak pemasukan. Sementara pembelajaran harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala KBT Muslimat NU Bae, Saidatul Akromah yang mengatakan bahwa melihat kondisi dan situasi pandemi seperti sekarang ini TKGS sangat membantu.

“Sangat membantu bagi kami. Apalagi dalam situasi pandemi seperti ini dimana pendapatan kami berkurang dan pengeluaran bertambah. Meskipun belum semua guru di tempat kami menerima TKGS, tapi sangat membantu. (SRM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: