26.2 C
Kudus
Minggu, 29 Januari 2023
BerandaKudusTKDN Rendah, Kudus Wajibkan OPD Serap Produk Lokal

TKDN Rendah, Kudus Wajibkan OPD Serap Produk Lokal

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comBupati Kudus Hartopo mewajibkan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kudus belanja produk lokal untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam  negeri (TKDN).

Tingkat penggunaan produk dalam negeri di Kabupaten Kudus hingga saat ini belum memenuhi target persentasesebesar 40 persen.

Hartopo mengatakan, hingga triwulan ketiga capaian TKDN di Kudus baru 22,85 persen.

BACA JUGA : 13 Produk UMKM Kudus Mulai di Pasarkan di Toko Modern

“Semua OPD kami dorong untuk meningkatkan capaiannya karena kelihatannya masih banyak yang belum paham,” katanya.

Ia berharap setelah ada sosialisasi tersebut, semua OPD di Kudus bisa melakukan percepatan dan mengupayakan penggunaan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa bisa maksimal.

Terlebih lagi, realisasi penggunaan produk dalam negeri di Kabupaten Kudus baru 22,85 persen dari target Pemkab Kudus sebesar 46 persen.

“Target kami, hingga akhir tahun ini Kudus bisa mencapai target,” imbuhnya.

Apalagi, imbuh dia, saat ini sudah ada 436 produk yang sudah tayang di etalase katalog elektronik (e-katalog) dari 25 penyedia. Produk lokal lain juga didorong untuk masuk e-katalog karena bertujuan membangkitkan perekonomian daerah.

Kendala yang dihadapi, kata dia, banyak pihak ketiga yang menjalankan proyek kegiatan di masing-masing OPD tidak mau melakukan pencairan secara termin, melainkan lebih memilih mencairkannya setelah pekerjaan selesai.

“Hal itu, tentunya berpengaruh terhadap tingkat penyerapan anggaran, termasuk capaian TKDN,” ujarnya.

Selain itu, imbuh dia, masih ada OPD yang enggan berbelanja menggunakan katalog elektronik (e-katalog) yang di dalamnya terdapat produk lokal. Mereka lebih memilih berbelanja langsung sehingga capaian TKDN tidak tercatat.

Pendidikan

OPD yang penyerapan anggarannya masih rendah, salah satunya Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus yang berencana melakukan pengadaan tanah belum direalisasikan.

BACA JUGA  Cegah Banjir, Kudus Tambah Pompa di Polder Jati Senilai Rp 2,48 Miliar

Selain itu, untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan juga belum dilakukan pembayaran sehingga berpengaruh terhadap penyerapan dan capaian TKDN.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kudus Jadmiko Muhardi Setiyanto mengungkapkan kegiatan sosialisasi pemanfaatan katalog elektronik lokal ini dilaksanakan sejalan dengan arahan pemerintah pusat yakni Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Diharapkan OPD terus meningkatkan realisasi penggunaan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi yang bermuara pada peningkatan penggunaan produk lokal,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini