- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Rabu, 14 April 2021
BerandaKudusTK Masehi Kudus, Kenalkan Anak Pada Buku dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

TK Masehi Kudus, Kenalkan Anak Pada Buku dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Melalui program unggulan Ciku (ceria baca buku), para siswa Taman Kanak-kanak (TK) Masehi Kudus dikenalkan dengan buku sejak dini. Pengenalan tersebut diharapkan kelak anak-anak memiliki minat baca yang tinggi.

Kepala TK Masehi Kudus, Agustin Ratna Ayuningsih, S.Pd., Aud mengatakan program tersebut merupakan program unggulan dilakukan setiap seminggu sekali. Ciku dilakukan untuk mendorong keluarga dalam memperkaya literasi pada anak.

“Program ini membutuhkan kerja sama dengan orang tua. Sebelum pandemi, setiap Jumat orang tua membacakan satu buku pada anak. Kemudian pada hari Senin anak akan menceritakan kembali di sekolah terkait apa yang telah dibacakan orang tuanya di rumah,” katanya, Kamis (24/9/2020).

BACA JUGA : Pemkab Tawarkan Aset Gedung Sekolah Kepada Investor

Lebih lanjut, Agustin menjelaskan, manfaat yang didapat dari program tersebut anak menjadi lebih cepat dalam membaca. Sedangkan untuk bacaannya sendiri sekolah sudah menyediakan link buku-buku yang akan dibacakan pada anak.

“Melalui program Ciku ini juga dapat mempererat hubungan sosial emosional antara anak dan orang tua, serta menumbuhkan minat baca sejak dini. Secara tidak langsung akan tercipta keluarga yang suka membaca buku,” terangnya.

Tak hanya Ciku, TK yang berdiri pada 1 Agustus 1954 ini juga memiliki program unggulan lainnya. Yaitu, My Little Garden. Program ini sendiri baru dijalankan mulai Juli kemarin (2020).

Program my little garden sendiri mengajak anak untuk mengenal dan mencintai lingkungan sekitar mereka. Serta melalui program ini diharapkan anak bisa mandiri dalam belajar dan mau melakukan aktivitas menanam.

Lingkungan yang Bersih

Selain itu, anak-anak juga belajar bekerja sama dengan guru dan teman-temannya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan cara merawat tanaman yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.

“Adanya kegiatan ini anak-anak menjadi tahu langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menanam, peralatan apa saja yang harus disiapkan, dan mereka juga belajar bagaimana cara merawat tanaman supaya tetap bertahan hidup yaitu dengan cara memberikan pupuk dan menyiramnya setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, tanaman yang disemai anak-anak di pekarangan sekolah, jika sudah tumbuh dapat di bawa pulang untuk ditanam di rumah. Sehingga anak dapat merawat hasil yang ditanam di sekolah.

Sementara itu, semenjak ditiadakannya pembelajaran tatap muka yang diakibatkan adanya pandemi Covid-19, pembelajaran TK Masehi Kudus dilakukan secara jarak jauh atau Belajar dari Rumah (BDR).

“Selama pandemi kami siapkan modul pembelajaran untuk satu bulan termasuk kita sediakan bibit tanaman dan pot tanaman yang akan menjadi pembelajaran anak-anak kami di rumah. Sementara pembelajarannya kita pandu melalui video dan melalui whatsapp group di masing-masing kelas,” tandasnya.

Selama pandemi ini TK Masehi Kudus menangani sebanyak 119 anak dengan delapan guru yang setiap saat bekerja keras dan menyediakan waktu setiap saat untuk menjalan pembelajaran secara BDR. (SRM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: