teater tigakoma suara muria
Anggota Kelompok Teater Tigakoma berlatih naskah Memudarnya Tanah Surga di Dunia” yang akan dipentaskan di Auditorium UMK. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Menandai 13 tahun berkarya di dunia teater, kelompok teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) mementaskan “Memudarnya Tanah Surga di Dunia” Senin malam (13/1/2020).

Naskah yang ditulis Lutfi Hibatul Azis, anggota Tigakoma ini mengangkat kisah sekelompok anak muda yang menjaga tanah dan dunianya di tengah intrik politik.

“Kondisi sosial dan lingkungan saat ini tidak lepas dari apa yang terjadi di dunia politik,” kata Lutfi.

BACA JUGA : Essa Pelaut Perempuan Pertama SMK Wiskar

Lewat pementasan ini, lanjut Lutfi, Tigakoma ingin mengajak anak-anak muda tidak apolitis atau apatis dengan dunia politik. “Karena kami dekat dengan seni teater, kami memotret wajah sosial saat ini ke panggung teater,” katanya.

Lakon Memudarnya Tanah Surga di Dunia akan dipentaskan oleh Tigakoma di Auditorium UMK mulai pukul 19.30 WIB. Pentas “Memudarnya Tanah Surga di Dunia” dikemas dalam acara bertajuk “Punarbawa Samiya”.

Sutradara pementasan Afif Khoiruddin mengatakan, Punarbawa Samiya bisa diartikan sebagai proses lahirnya kembali keseimbangan. Afif yang juga ketua Kelompok Teater Tigakoma mengatakan, Tigakoma telah melewati proses yang cukup panjang selama 13 tahun berkarya.

Ia mengibaratkan usia 13 tahun Tigakoma ibarat seorang remaja yang sedang kreatif dalam mencari jati diri. Ia pun mendorong seluruh awak Tigakoma untuk bebas dalam berkreasi mencuraahkan kreatiftasnya.

“Pentas harlah ke-13 Tigakoma tahun ini sengaja mengangkat naskah karya sendiri pada pementasan kali ini. “Naskah ini juga memotret tergerusnya dolanan tradisional oleh teknologi komunikasi saat ini,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan