pdp corona
Penyemprotan disinfektan berlanjut di area publik, salah satunya Plaza Pragola, berikut ruang bioskopnya.(suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Seorang pasien dalam pengawasan atau PDP Corona asal Pati yang dinyatakan negatif telah dipulangkan dari RSUP Kariadi Semarang. Saat ini, tinggal tiga PDP yang masih diisolasi di dua rumah sakit di Pati.

Demikian disampaikan Bupati Haryanto di sela turun menyemprot disinfektan di sejumlah fasilitas umum, Senin (23/3). Dala kesempatan itu, fasilitas umum yang menjadi sasaran, antara lain Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri dan Plaza Pragola, berikut ruang bioskopnya.

Bupati mengemukakan, sejauh ini terdapat empat PDP Corona di Pati. Seorang di antaranya dirujuk ke RSUP Kariadi dan hasil pengecekan spesimen laboratorium di Jakarta menyatakan negatif korona. Pasien laki-laki itu baru pulang dari ibadah umrah.

Adapun dua PDP Corona lain, lanjut Haryanto, kini masih dirawat di ruang isolasi RSUD RAA Soewondo dan seorang lagi juga mendapat perawatan serupa di Rumah Sakit Keluarga Sehat.

“Pasien yang dirujuk ke RSUP Kariadi telah diperbolehkan pulang karena negatif. Untuk tiga PDP yang diisolasi di RSUD Soewondo dan RS Keluarga Sehat masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.

BACA JUGA: PDP Asal Pati Negatif Korona

Dia menyebut, dua pasien yang diisolasi di RSUD Soewondo merupakan warga Pati. Adapun seorang yang berada di RS Keluarga Sehat merupakan warga Kudus.

Bupati juga mengungkapkan, sampai 23 Maret jam 09.00 jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 328 orang. Namun, 228 orang di antaranya telah melewati masa inkubasi. Adapun 100 ODP lain masih dipantau intensif.

“Hampir semua ODP merupakan TKI yang baru saja pulang kampung. Kondisi mereka terus kami pantau,” katanya didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin dan Sekda Suharyono.

Penyemprotan Disinfektan

Sementara, penyemprotan disinfektan kali ini merupakan lanjutan dari hari sebelumnya yang dilakukan PMI, BPBD, dan Dinas Kesehatan Pati.

Sebelumnya, penyemprotan dilakukan di sejumlah kantor yang memberi pelayanan publik seperti Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Masjid Agung Baitunnur.

Haryanto yang juga Ketua PMI Pati mengaku, sterilisasi seluruh fasilitas umum di daerahnya tidak mungkin dapat dijangkau pihaknya. Dia mengajak pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan untuk mengupayakan langkah serupa. Kalangan swasta juga didorong untuk ambil bagian.

Bupati menyatakan, keseriusan dalam penggulangan kemerebakan virus korona (Covid-19) di daerahnya terkendala pengadaan alat pelindung diri (APD). Pihaknya telah memesan ke sejumlah pihak namun masih mengalami kesulitan.(SRM)

Tinggalkan Balasan