- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Sabtu, 31 Juli 2021
BerandaKudusTiadakan Shalat Idul Adha, Bupati Minta Kades Ikut Pantau

Tiadakan Shalat Idul Adha, Bupati Minta Kades Ikut Pantau

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.comPemkab Kudus resmi meniadakan Salat Idul Adha, Selasa, 20 Juli 2021 mendatang. Bupati Kudus Hartopo meminta kades dan lurah di wilayah Kabupaten Kudus untuk ikut memantau kebijakan ini.

Tak hanya salah Idul Adha, Hartopo juga mengimbau warga tak menggelar kegiatan takbir keliling pada malam Idul Kurban. Semua kegiatan yang bisa mengundang kerumunan tak boleh digelar selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Hartopo mengatakan, keputusan itu terpaksa diambil guna mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 di Kota Kretek. Pihaknya juga menepis kesimpangsiuran di berbagai media terkait perbedaan informasi yang beredar.

BACA JUGA : Aksi Kapolres dan Dandim Kudus Borong Dagangan PKL Agar Segera Pulang

Hartopo mengatakan, berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Agama Nomor 17 Tahun 2021, Kemenag menyampaikan, pada saat pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah (masjid, mushalla, gereja, pura, wihara dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan, ditiadakan sementara dan kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing.

“Kudus juga akan mengikuti kebijakan ini. Atas dasar Surat Edaran dari Kementerian Agama. Jadi, ini bukan Pemkab yang buat aturan. Tapi, Pemkab ikuti petunjuk dari Kemenag. Tidak hanya di Kudus, seluruh daerah PPKM juga sama meniadakan Salat Idul Adha,” katanya.

Oleh sebab itu, Bupati Hartopo meminta agar para kepala desa/kelurahan untuk mensosialisasikan imbauan tersebut. Serta turut memantau realisasi dari aturan tersebut di wilayahnya masing-masing.

Baik untuk desa zona hijau diimbau untuk tidak melangsungkan salat id di masjid ataupun musala.

“Kita juga minta untuk pemdes ada semacam sosialisasi dan edukasi yang memang belum tau, terutama takmir-takmir masjid,” ujarnya.

Kemenag

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kementerian Agama Kabupaten Kudus Jamilun membenarkan bahwasannya Kudus meniadakan Salat Id di tempat ibadah. Sesuai dengan ketentuan SE Menteri Agama nomor 17 tahun 2021.

“Sesuai dengan SE yang dikeluarkan Kementerian Agama Republik Indonesia, sehingga untuk Salat Id di Kudus ditiadakan,” ujarnya.

Begitupun, terkait penyelenggaraan malam Takbiran di masjid atau musala, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan Salat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi di masjid atau mushola yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya, ditiadakan di seluruh kabupaten atau kota.

Dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan PPKM Darurat. Di mana Kabupaten Kudus masuk dalam daftar kabupaten yang melakukan PPKM Darurat asesmen 4. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: