KUDUS, suaramuria.com – Kejelasan soal penyelenggaraan tuan rumah Porprov ditunggu. Kepastian dinanti terkait persoalan dana yang harus disiapkan. Terlebih, Kota Keretek menjadi tuan rumah bersama dengan kabupaten lain di Pantura Timur.

Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin, Selasa (22/9) menyebut Porprov dipastikan digelar. Namun, kepastian penyelenggaraan tahun 2022 atau mundur hingga 2023 masih ditunggu.

”Ini terkait insentif yang kami berikan kepada atlet,” katanya.

Jika sudah ada kepastian, pihaknya akan secara tepat mempersiapkan anggaran. Anggaran diperlukan baik sebagai peserta maupun tuan rumah.

”Harus dipersiapkan dengan jauh-jauh hari,” paparnya.

Kudus mendapatkan jatah 11 cabor, yaitu anggar, atletik, balap motor, billiard, bola basket, bulutangkis, hockey, sepakbola, futsal, sepatu roda dan tenis meja. Sebagai tuan rumah, pihaknya harus menyiapkan akomodasi kamar penginapan atau hotel untuk peserta dan official.

Saat pertemuan dengan KONI Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu, direncanakan terdapat 45 cabang olahraga yang akan dipertandingan di ajang Porprov. Kudus mendapatkan jatah menggelar pertandingan 11 cabang olahraga, Jepara (7 cabang olahraga), Pati (9 cabang olahraga), Rembang (5 cabang olahraga), Blora (7 cabang olahraga) dan Grobogan 6 cabang olahraga.

Disinggung soal target Porprov, Antoni tetap mengatakan minimal sama dengan Porprov  tahun kemarin yakni berada diurutan 3 besar.

Saat penyelenggaraan Porprov 2018, total emas yang diperoleh Kontingen Kudus mencapai 69 medali, 70 medali perak dan 72 perunggu baik perorangan maupun beregu. Saat penyelenggaraan Porprov di Solo, Kudus menempati peringkat ketiga di bawah Semarang sebagai juara umum dan Solo. Penyelenggaraan mendatang, ditarget minimal dapat mempertahankan peringkat dan bahkan meningkatkan prestasi. (SRM)

. Terlebih, Kota Keretek menjadi tuan rumah bersama dengan kabupaten lain di Pantura Timur.

Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin, Selasa (22/9) menyebut Porprov dipastikan digelar. Namun, kepastian penyelenggaraan tahun 2022 atau mundur hingga 2023 masih ditunggu.

”Ini terkait insentif yang kami berikan kepada atlet,” katanya.

BACA JUGA : Pencairan Dana Persiku Kembali Berbelit

Jika sudah ada kepastian, pihaknya akan secara tepat mempersiapkan anggaran. Anggaran diperlukan baik sebagai peserta maupun tuan rumah.

”Harus dipersiapkan dengan jauh-jauh hari,” paparnya.

Kudus mendapatkan jatah 11 cabor, yaitu anggar, atletik, balap motor, billiard, bola basket, bulutangkis, hockey, sepakbola, futsal, sepatu roda dan tenis meja.

Sebagai tuan rumah, pihaknya harus menyiapkan akomodasi kamar penginapan atau hotel untuk peserta dan official.

Saat pertemuan dengan KONI Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu, direncanakan terdapat 45 cabang olahraga yang akan dipertandingan di ajang Porprov. Kudus mendapatkan jatah menggelar pertandingan 11 cabang olahraga, Jepara (7 cabang olahraga), Pati (9 cabang olahraga), Rembang (5 cabang olahraga), Blora (7 cabang olahraga) dan Grobogan 6 cabang olahraga.

Disinggung soal target Porprov, Antoni tetap mengatakan minimal sama dengan Porprov  tahun kemarin yakni berada diurutan 3 besar.

Saat penyelenggaraan Porprov 2018, total emas yang diperoleh Kontingen Kudus mencapai 69 medali, 70 medali perak dan 72 perunggu baik perorangan maupun beregu.

Saat penyelenggaraan Porprov di Solo, Kudus menempati peringkat ketiga di bawah Semarang sebagai juara umum dan Solo. Penyelenggaraan mendatang, ditarget minimal dapat mempertahankan peringkat dan bahkan meningkatkan prestasi. (SRM)

Tinggalkan Balasan