28.3 C
Kudus
Minggu, 5 Februari 2023
BerandaKudusTekan Produksi Rokok Ilegal, Kudus Tambah Fasilitas Gudang Baru KIHT

Tekan Produksi Rokok Ilegal, Kudus Tambah Fasilitas Gudang Baru KIHT

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comPemkab Kudus terus berupaya menekan produksi rokok ilegal untuk menekan potensi kehilangan pendapatan negara dari sektor cukai. Salah satunya dengan penambahan gudang baru di kompleks KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau) Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, dengan fasilitasi gudang produksi baru diharapkan para pengusaha rokok skala kecil memiliki tempat produksi yang memadai. Selain itu, pengawasan terhadap produksi rokok juga lebih mudah.

“Selain pengadaan lahan untuk SIHT, Pemkab Kudus melalui anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau – Red) tahun ini juga akan membangun tambahan gudang baru di kawasan KIHT sehingga bisa lebih banyak menampung pengusaha rokok skala kecil,” katanya.

BACA JUGA : Pendapatan KIHT Kudus Ditarget Naik 100 Persen Lebih

Proyek pembangunan tiga gudang produksi rokok senilai Rp 4,1 miliar ditargetkan sudah mulai awal November mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menuturkan, saat ini sudah ada pemenang tender untuk proyek tersebut.

Proyek pembangunan tiga gudang produksi itu sempat mengalami tender ulang.

“Jika tidak ada tender ulang, tentunya pelaksanaan pembangunan sudah dimulai Oktober 2022. Proyek ini mengalami tender ulang karena peserta tender yang sudah ada tidak ada yang lulus evaluasi penawaran maka mundur,” kata, rabu (26/10).

Penandatangan Kontrak

Meskipun sudah ada pemenang tender untuk tiga paket kegiatan, kata Rini, masih ada tahapan masa sanggah. Jika semua lancar, penandatanganan kontrak proyek itu rencananya pada 1-4 November 2022.

Ia berharap ketika kontrak bisa dilakukan tanggal 1 November 2022, maka hari berikutnya bisa langsung dimulai pembangunannya karena waktunya hanya 60 hari.

BACA JUGA  Proyek Lanjutan MPP Kudus Telan Rp 3 Miliar, Anggaran Lift Dicoret
gudang baru KIHT
Sejumlah pekerja perempuan di salah satu gudang produksi KIHT Kudus. (foto : suaramuria.com/dok)

Dalam rangka menjaga kualitas bangunannya, maka pengawasannya tentu akan diperketat agar pelaksanaan sesuai jadwal dan kualitas juga sesuai perencanaan.

Rini menuturkan, nilai pagu paket kegiatan yang pertama nilainya sebesar R p1,39 miliar. Nilai pagu paket kedua kegiatan itu ditetapkan sebesar Rp 1,789 miliar, dan paket ketiga sebesar Rp1,16 miliar.

Sedangkan pagu untuk rehabilitasi musala, kantin dan ruang tunggu sebesar Rp718,31 juta.

Dari ketiga gedung yang hendak dibangun, di antaranya ada yang berukuran Rp400 meter persegi, kemudian ukuran 300 meter persegi dan ukuran 200 meter persegi. Anggaran pembangunannya berasal dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).

Dengan adanya penambahan tiga gedung produksi, maka kapasitas KIHT dari sebelumnya 11 gudang menjadi 13 gudang. Hal ini sebagai respons atas banyaknya pengusaha rokok kecil yang berminat menyewa tempat tersebut.

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, UKM Kudus mencatat hingga saat ini terdapat 17 pengusaha rokok kecil yang mendaftarkan diri untuk bisa menempati KIHT. Namun karena kapasitasnya terbatas mereka harus bersabar.

Adanya peningkatan daya tampung pengusaha rokok di KIHT tahun ini, maka akan ada dua pengusaha rokok kecil yang bisa masuk. Sedangkan satu gudang direncanakan untuk tempat mesin pembuat rokok yang nantinya disewakan kepada pengusaha rokok kecil. (srm)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini