- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusTarik Investor, Kudus Siapkan 2.258 Hektare Kawasan Industri

Tarik Investor, Kudus Siapkan 2.258 Hektare Kawasan Industri

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comPemkab Kudus berencana menyiapkan kawasan peruntukan industri dengan total luas lahan mencapai 2.258 hektare. Lahan seluas itu tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Kudus.

Dalam draft Ranperda RTRW Kabupaten Kudus 2021-2041 disebutkan, kawasan peruntukan industri berada di Kecamatan Kota, Jati, Kaliwungu, Bae, Gebog, Dawe, Jekulo, dan Mejobo. Kecamatan Undaan “diharamkan” untuk kawasan industri karena untuk menopang kawasan pertanian di Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus tetap mempertahankan 20.005 hektare lahan sawah sebagai lahan abadi. Penetapan itu untuk menghindari alih fungsi lahan menyusul derasnya pembangunan dan industri. Secara keseluruhan, total kawasan tanaman pangan di Kabupaten Kudus mencapai 22.382 hektare.

BACA JUGA : Tempat Keramaian Wajib Pasang PeduliLindungi, Bupati Kudus Larang Event Musik Selama Libur Nataru

“Di dalam rencana tata ruang wilayah Kabupaten Kudus, kami juga tidak mengubah kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) itu sebagai kawasan industri guna mewujudkan kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan,” jelasnya pada rapat paripurna DPRD Kudus dengan agenda memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kudus terhadap enam Ranperda Kudus di ruang sidang DPRD Kudus, Selasa(14/12)

Hartopo mengatakan, dalam Ranperda RTRW tahun 2021-2041 kawasan pertanian pangan berkelanjutan di Kudus seluas 20.005 hektare.

Bahkan penetapan luasannya sudah melebihi ketentuyan yang diatur dalam Perda Provinsi Jateng nomor 6/2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jateng tahun 2009-20029, sebagaimana telah diubah dengan Perda Provinsi Jateng nomor 16/2019 tentang Perubahan atas Perda nomor 6/2010 yang menetapkan KP2B Kabupaten Kudus seluas 20.000 hektare.

Ia juga menyetujui usulan dalam pembahasan Ranperda RTRW untuk melibatkan komponen masyarakat dan pihak swasta. Ia berharap agar perda nantinya membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Dalam proses penyusunan Ranperda RTRW Kabupaten Kudus 2021-2041, juga melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya melalui forum konsultasi publik dan rapat koordinasi,” katanya.

Berbagai Perubahan

Selain itu, dalam Ranperda RTRW Kabupaten Kudus tahun 2021-2041 juga sudah melakukan berbagai perubahan dari Perda RTRW sebelumnya.

Di antaranya, penyesuaian luas dan batas wilayah administrasi, penyesuaian program provinsi Jateng dan program nasional, penyesuaian luas KP2B dan pengembangan kawasan permukiman dan pengembangan kawasan peruntukan industri.

Terkait pemenuhan ruang terbuka hijau, Hartopo mengatakan telah mengaturnya pada saat pengajuan perizinan.

Pada pengajuan izin lingkungan hidup dan penyediaan ruang terbuka hijau minimal 30 persen sudah tertunag secara eksplisit dalam Ranperda RTRW 2021-2041, yakni pada pasal 5 ayat (5) tentang strategi kebijakan pengembangan permukiman perkotaan dan pedesaan. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here