- Advertisement -spot_img
26.9 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusTarif Cukai Naik, Ini Kata Pengusaha Rokok Golongan III di Kudus

Tarif Cukai Naik, Ini Kata Pengusaha Rokok Golongan III di Kudus

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Rencana kenaikan tarif cukai membuat pengusaha rokok golongan tiga di Kabupaten Kudus ketar-ketir. Hanya saja, pengusaha rokok golongan III di Kudus mengaku hanya bisa pasrah jika cukai rokok naik tahun depan.

Pengusaha rokok golongan III di Kudus mengaku hanya bisa mengikuti kebijakan Kementerian Keuangan (Kemkeu) terkait naiknnya tarif cukai rokok sebesar 12 hingga 14 persen.

Sutrishono, pemilik PR Rajan Nabadi berharap kenaikan tarif cukai tidak terlalu tinggi. Namun, pihaknya siap mengikuti regulasi yang diatur oleh pemeritah pusat terkait kenaikan cukai rokok tahun depan.

BACA JUGA : Cukai Naik, Produksi Rokok Ilegal Diprediksi Meningkat

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Tipe Madya Kabupaten Kudus, Dwi Prasetyo Rini ‎menjelaskan, kenaikan rata-rata sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 14 persen. Untuk tarif cukai SKT kenaikannya sebesar 12 persen.

Ia menambahkan, dengan adanya kenaikan itu memiliki segi positif dan negatif. Dilihat dari segi positifnya, Rini melihat kenaikan cukai dapat menekan konsumsi rokok di masyarakat.

“Kalau negatifnya para pengusaha rokok akan mengeluh karena merasa terbebani kenaikan tarif itu,” terangnya.

Turun Golongan

Dia melanjutkan, kenaikan cukai berimbas pada turunnya perusahaan rokok Nojorono golongan I ke II pada tahun ini. Produksi rokok golongan II ini sekitar 500 ribu sampai 3 juta batang.

Diketahui, di tahun ini golongan I yang bertahan hanya Djarum saja. Perusahaan rokok golongan I produksinya mencapai 3 juta batang ke atas.

“Penurunan golongan yang dialami Nojorono mempengaruhi penerimaan negara. Sebelumnya mampu menyumbang sekitar Rp 2 triliun, kini menjadi Rp 1,1 triliun per November ini,” sambungnya.

Rini menambahkan, saat ini jumlah penerimaan cukai Kudus per November 2021 sebesar Rp 27 triliun. Targetnya sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 33,4 triliun. Namun, di tahun depan pihaknya belum mengetahui jumlah targetnya.

Dia menambahkan, dari jumlah penerimaan cukai tersebut mayoritasnya berasal dari PT Djarum. Besarannya mencapai Rp 25 triliun. Sedangkan sisanya disumbang oleh perusahaan rokok golongan II dan III lainnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here