bawang putih
Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti memantau pasokan stok bawang putih di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Stok bawang putih di pasaran Kabupaten Kudus menipis. Melambungnya harga bawang putih impor akibat minimnya pasokan dikhawatirkan dimanfaatkan oknum spekulan untuk mengeruk keuntungan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, kemungkinan itu diantisipasi dengan rutin mengawasi komoditas kebutuhan pangan di pasar-pasar di Kabupaten Kudus.

Sudiharti yang meninjau pasokan bawang putih impor di Pasar Bitingan Kudus, Rabu (5/2), menggali informasi dari sejumlah pedagang terkait stok bawang putih. Dari pantauannya itu, pasokan bawang putih diperkirakan cukup untuk kebutuhan hingga dua pekan mendatang.

BACA JUGA : Pemkab Kudus Naikkan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan

“Stok yang ada memang menipis, tapi masih cukup hingga dua pekan. Pemasok maupun pedagang kami ingatkan agar tidak ada upaya menimbun barang yang harganya sudah tinggi. Pedagang maupun pemasok mengaku tidak berniat menahan stok bawang putih yang ada,” katanya.

Upaya spekulan dikhawatirkan semakin melambungkan harga bawang putih. Saat ini, bawang putih yang diimpor dari Tiongkok didatangkan pedagang dari Semarang.

Harga bawang putih impor berkisar Rp 50 ribu per kilogram hingga Rp 55 ribu per kilogram. Namun, ada juga yang menjual di kisaran Rp 46 ribu per kilogram. Harga tergantung kualitas bawang yang dijual.

Selain bawang putih impor, Dinas Perdagangan juga memantau kenaikan harga yang cukup tajam pada komoditas gula pasir. Gula pasir putih di Pasar Bitingan dijual dengan harga Rp 14 ribu per kilogram. Pekan lalu harga gula putih masih di kisaran Rp 12.500 per kilogram.

Jika harga bawang putih impor naik akibat wabah virus corona di Tiongkok, Sudiharti mengaku belum mendapat informasi pasti terkait kenaikan harga gula pasir.

“Kami belum mendapat informasi kenapa harga gula pasir bisa naik cukup tinggi. Namun, kami memastikan pasokan dua komoditas tersebut, termasuk komoditas pangan lainnya masih aman di Kabupaten Kudus,” katanya.

Pasokan Lancar

Tono, pedagang grosir bawang putih di Pasar Bitingan menjamin pasokan lancar selama persediaan ada.

“Selama persediaan ada pasti akan kami lepas. Tidak ada niat bagi kami untuk menahan pasokan yang ada, apalagi untuk kepentingan mengeruk keuntungan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pembeli mengaku mengurangi belanja bawang putih sepekan terakhir. Kristiyanto (45), pengusaha kerupuk di Kabupaten Kudus mengatakan, saat ini hanya membeli bawang putih untuk kebutuhan produksi kerupuk harian.

“Sebelum harga naik, saya membeli bawang putih hingga lima kilogram termasuk untuk stok. Sekarang hanya beli satu kilogram untuk kebutuhan produksi kerupuk harian,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan