sopir truk gelar aksi
Para sopir truk gelar aksi parkir serampangan di sekitar Pasar Pandek Puncel

PATI, suaramuria.com – Puluhan sopir truk di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati gelar aksi parkir kendaraan. Mereka mengeluhkan pembongkaran jembatan Kernen di Desa Tegalombo yang merupakan jalur provinsi penghubung antara Pati – Jepara.

Para sopir truk gelar aksi turun ke jalan dan memarkir kendaraannya di jalan Tayu – Puncel hingga membuat akses kendaraan di jalur tersebut tersendat.

Aksi parkir serampangan di sekitar Pasar Pandek Puncel itu membuat para pengguna jalan kesulitan untuk melintas. Alhasil antara sopir dengan warga sekitar sempat panas dan bersitegang. Beruntung kedua belah pihak itu bisa diredam sehingga tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Komunitas Kopi Emperan Pati Ajak Anak-Anak Mendongeng

Supardi, seorang sopir pengangkut tanah menyebut pembongkaran jembatan Karnen itu membuat para sopir kesulitan saat harus bekerja. Lantaran untuk sampai tujuan pengangkutan mereka harus menggunakan jalan memutar hingga lebih dari 25 kilometer.

Sedangkan saat melewati jembatan Karnen itu mereka hanya cukup menempuh dua kilometer saja. Pasalnya sebagian besar mereka bongkar muat di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti. Hal tersebut tentunya membuat biaya operasional mereka semakin tinggi.

Tidak hanya truk bermuatan tanah, dampak penutupan jalur alternatif ini juga dirasakan ratusan sopir truk lain. Seperti truk pengangkut batu, tebu dan truk pengangkut bahan bangunan yang melintasi jalur provinsi tersebut.

“Semua sopir minta diberikan akses jalan darurat. Secepatnya. Karena kalau lewat Ngablak, Kecamatan Cluwak transportnya tidak mencukupi untuk beli bahan bakar. Sementara mau lewat desa tidak diperbolehkan warga. Kami gak bisa kerja gak dapat nafkah,”terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Puncel, Sutiyono mengaku kaget atas aksi para sopir tersebut. Dia menyebut tidak ada koordinasi apapun dengan pemerintah desa. Pihaknya sendiri mengaku sudah memberikan ijin untuk melintasi jalan menuju lahan perhutani yang mengarah ke Desa Tegalombo. (SRM)

Tinggalkan Balasan