anggaran persiku
Jumpa pers manajemen Persiku dan Askab PSSI yang dihadiri awak media dan perwakilan supoter, Jumat (11/9) siang. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Manajemen Persiku dan Askab beda pandangan soal anggaran dana untuk skuat tim Macan Muria, julukan Persiku. Perbedaan pandangan antara manajemen Persiku Liga 3 dan Askab (asosiasi kabupaten) PSSI Kabupaten Kudus tentang pendaan tim mengemuka, saat digelar jumpa pers dengan awak media di Kantor KONI, Jumat (11/9) siang.

Manajemen Persiku mempertanyakan pencairan anggaran Persiku yang belum tuntas, sementara mereka dibebani tanggung jawab mempersiapkan tim lolos ke Liga 2. Sedangkan Askab PSSI menegaskan mendukung pendanaan Persiku, tetapi dilakukan terukur, terkontrol dan per termin.

Sekretaris Umum Askab Kabupaten Kudus, Syafiq Arossyid, menyatakan sehari sebelum jumpa pers sudah dilakukan koordinasi dengan manajer Persiku.

BACA JUGA : Persiku Krisis Keuangan, Wacanakan Opsi Kembalikan ke Publik

Saat itu disampaikan dana Persiku akan dicairkan setelah dibuat laporan penggunaan dana Rp 400 juta dan rencana anggaran kebutuhan program selanjutnya.

“Intinya, kami tetap mendukung pendanaan Persiku,” katanya, dihadapan belasan awak media dan perwakilan suporter.

Pihaknya mendapatkan informasi dari Asprov bahwa Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 belum jelas digelar. Liga 1 dan Liga 2 belum keluar petunjuk teknis protokol kesehatannya.

“Apalagi Liga 3, belum jelas kapan pastinya akan digelar,” ujarnya.

Mengacu koordinasi dengan Asprov, diharapkan pengembangan sepak bola tahun 2020 dititikberatkan peningkatan sumber daya manusia. Khusus Kudus, pemain dioptimalkan untuk modal Porprov berikutnya.

Rincian Anggaran

Manajer Persiku, Sunarto menyebut mendapat Rp 2 miliar. Rinciannya, Rp 1,7 miliar untuk tim senior dan tim junior Rp 300 juta. Adapun untuk Askab mendapat alokasi di luar untuk tim sebesar Rp 500 juta.

Akhir maret lalu, pihaknya mendapat kucuran Rp 400 juta. Idealnya, awal April mendapatkan Rp 600 juta dan sisanya Rp 700 setelah itu. Namun, setelah Rp 400 juta turun, belum ada pengucuran dana lagi.

Padahal, pihaknya yang mendapat mandat dari Askab PSSI Kabupaten Kudus berkewajiban mempersiapkan tim agar lolos ke Liga 2. Laporan penggunaan dana Rp 400 juta sudah dibuat, sedangkan rencana anggaran dipertanyakan apakah hanya untuk Persiku atau Askab.

“Jangan-jangan pembuatan rencana anggaran hanya untuk Persiku saja, Askab tidak,” imbuhnya.

Persiku milik publik, jadi segala hal harus disampaikan secara terbuka. Pihaknya mendapat mandat sebagai manajer mempunyai tanggung jawab yang berat, yakni mempersiapkan tim lolos ke Liga 2.

Pihaknya menanyakan dana, semata-mata mengacu keputusan sebelumnya dan modal merealisasikan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. “Semua harus disampaikan secara terbuka,” ungkapnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan