kampung literasi suara muria
Murid murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mandiri SKB Jepara Dukuh Cabe, Desa Batealit, Kecamatan Batealit sedang mengikuti pengarahan untuk menumbuhkan budaya baca di Pojok Baca Kampung Literasi. (foto : suaramuria.com)

JEPARA, suaramuria.com –  Terbentuknya Kampung Literasi Dukuh Cabe, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat.

Tak terbatas di pedukuhan yang berada di lereng barat Gurung  Muria itu, melainkan diharapkan dapat menular tempat tempat lain. Kampung Literasi di pedukuhan terpencil  itu, dibidani Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jepara.

“Kami terus berupaya, agar  Kampung Literasi Dukuh Cabe menjadi pilot proyek yang baik, sehingga dapat diikuti dukuh dukuh lain di Jepara. Bahkan, hingga daerah lain di luar Jepara,’’ ujar Kepala SKB Jepara Dian Sekar Sariutami.

Tak hanya terbatas hanya bebas buta aksara, paparnya, kemampuan literasi dasar yang harus dikuasi mencakup –literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.

Dipilihnya Dukuh Cabe, papar Dian, karena sebagian masyarakatnya masih berpendidikan rendah, namun  memiliki potensi yang kuat, warganya mudah diajak maju dan memiliki rasa gotong royong yang tinggi. Juga punya potensi alam yang mendukung pertanian, dengan areal luas dan subur.

Mata pencaharian sebagian besar penduduk petani. Sangat mendukung dikembangkan menjadi potensi literasi finansial.

Selain itu, juga memiliki kesenian barongan.  Dukungan dari pemerintah desa dan para tokoh panutan warga juga besar.’’Dengan penyelenggaraan kampung literasi diharapkan masyarakat mengembangkan kearifan lokal  untuk mengolah segala sumber daya alam dan sumber daya agar memiliki keterampilan  kecakapan hidup. Diharapkan tercipta kampung literasi yang memiliki ciri khas tersendiri,’’ terang Dian Sekar Sariutami.

Setelah melalui serangkaian persiapan panjang, kampung literasi dukuh Cabe diresmikan, baru baru ini.  Kepala PP PAUD Dikmas Jateng Djayeng Baskoro—mewakili Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikud RI, memberikan apresiasi tinggi.Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono, hadir mewakili Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Djayeng Baskoro berharap, kehadiran Kampung Literasi di Dukuh Cabe, Desa Batealit, Kecamatan Batealit yang kelahirannya dibidani SKB Jepara, dapat menjadi pusat pengembangan perekonomian warga.

Dikatakan, SKB Jepara sebagai yang terbaik di Indonesia sering didatangi tamu tamu dari seluruh penjuru wilayah Indonesia. Mereka belajar langsung ada yang dengan sistem magang, selama beberapa hari menginap di rumah rumah (home stay) milik  warga sekitar SKB—yang berlokasi di Desa Mindahan, Kecamatan Batealit.

Segala kebutuhan para dapat disediakan warga setempat. Belum lama ini, juga ada rombongan khusus dari Papua yang menimba ilmu langsung beberapa hari, dan tinggal di rumah rumah warga.

Saat launcing, dimeriahkan dengan pameran berbagai produk hasil warga, yang mendapatkan pelatihan dari SKB. Utamanya, kaum ibu membuat berbagai makanan olahan. Untuk mendorong semangat belajar sejak dini, juga telah berdiri PAUD Mandiri SKB Dukuh Cabe, yang memiliki 30 murid, berusia 3-5 tahun.

Warga juga dilatih hantaran, batik,  budidaya jangkrik, pisang, serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk mendorong kesejahteraan warga. Berbagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan program Kampung Literasi Dukuh Cabe, juga melibatkan berbagai fihak, baik dari unsur masyarakat, lembaga pendidikan formal, pendidikan normal,  pemerintah, dan dunia usaha. (SRM)

Tinggalkan Balasan