- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Rabu, 19 Januari 2022
BerandaKudusSisa Anggaran DBHCHT Rp 57 Miliar, DPRD Kudus Usul Bangun RS Paru

Sisa Anggaran DBHCHT Rp 57 Miliar, DPRD Kudus Usul Bangun RS Paru

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus merekomendasikan Pemkab Kudus untuk membangun rumah sakit paru yang lebih luas dan rumah sakit tipe D. Rekomendasi ini muncul menyusul masih tingginya sisa anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2020 yang mencapai Rp 57 miliar.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani saat menyampaikan laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kudus atas pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna yang digelar secara daring di gedung DPRD Kudus, Jumat (16/7).

BACA JUGA : Enam Ranperda Inisiatif DPRD Kudus Digulirkan, Salah Satunya Bahas Covid-19

Ilwani mengatakan, SILPA DBHCHT yang mencapai Rp 57 miliar perlu menjadi perhatian. Ia mengatakan, penggunaan DBHCHT kedepan betul-betul untuk kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Banggar DPRD Kudus merekomendasikan untuk pembangunan rumah sakit paru yang lebih luas dengan fasilitas ruang tunggu pasien dan rumah sakit tipe D,” katanya.

Menurut Banggar, tambahan fasilitas ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

DPRD Kudus menyetujui LKPj APBD 2020 pada rapat paripurna yang digelar secara daring di gedung DPRD Kudus, Jumat (16/7). (foto : suaramuria.com)

Pada rapat paripurna itu, Banggar juga menyoroti belum rampungya proses izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan Embung Logung. “Persoalan ini agar menjadi perhatian penyelesaiannya,” katanya.

Realisasi Anggaran

DPRD Kudus menerim LKPj pelaksanaan APBD 2020 dengan sejumlah rekomendaasi tersebut. Pada laporannya, Bupati menyebutkan adanya surplus anggaran daerah sebesar Rp 101 miliar lebih.

Target pendapatan daerah sebesar sebesar Rp 1,967 triliun, mampu terealisasi sebesar Rp 2,016 triliun (102,50 persen). Capaian target ini salah satunya berasal dari capaian pendapatan asli daerah (PAD) yang melampaui target.

Target PAD sebesar Rp 291,643 miliar, mampu terealisasi sebesar Rp 383,892  miliar (131,63 persen). Sementara itu, target anggaran belanja dan transfer daerah sebesar Rp 2,151 triliun, terealisasi sebesar Rp 1,914 triliun (91,42 persen). Dengan kondisi itu, keuangan daerah surplus sebesar Rp 101,550 miliar.

Ranperda Inisiatif

Pelaksanaan rapat paripurna laporan Banggar atas LKPJ Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 sedianya pada 30 Juli mendatang. Namun, DPRD Kudus mempercepat jadwalnya, berbarengan dengan rapat paripurna penyampaian enam Ranperda inisiatif DPRD Kudus.

DPRD Kudus menyetujui enam ranperda inisiatif Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kudus menjadi Ranperda inisiatif DPRD Kudus.

Enam Ranperda yang akan dibahas tahun ini terdiri atas Ranperda Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular, Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas, dan Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter.

Tiga ranperda inisiatif DPRD Kudus lainnya yakni Ranperda Kawasan Olahraga, Ranperda Pelestarian Kebudayaan, dan Ranperda Perlindungan Petani. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here