26.9 C
Kudus
Sabtu, 20 Juli 2024
BerandaKudusSetelah Kliwon, Kudus Uji Coba e-Retribusi di Pasar Bitingan

Setelah Kliwon, Kudus Uji Coba e-Retribusi di Pasar Bitingan

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Setelah Pasar Kliwon, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menerapkan pembayaran retribusi pasar tradisional secara elektronik di Pasar Bitingan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto mengatakan, langkah itu untuk mendongkrak pemasukan daerah.

Harys menambahkan, pembayaran retribusi secara elektronik di Pasar Bitingan mulai diberlakukan secara bertahap sejak Juni lalu.

BACA JUGA : Pedagang Pasar Kliwon Minta Keringanan Retribusi Sewa PKD

Namun, baru sebanyak 115 pedagang pemilik kios yang menerapkan pembayaran e-retribusi pada tahap percobaan ini.

“Nantinya semua pedagang termasuk yang menempati los juga membayar retribusi secara elektronik,” katanya.

Di Pasar Bitingan Kudus terdiri atas 115 kios dan ratusan los serta lesehan di areal pelataran. Ia menambahkan, total pedagang di Pasar Bitingan sebanyak 875 orang pedagang.

“Untuk kartu e-retribusi yang diterima dari Bank Jateng sebagai mitra dalam pembayaran e-retribusi sebanyak 1.000 keping,” katanya.

Untuk memudahkan pedagang melakukan pengisian saldo pada kartu retribusi elektroniknya, kata Harys, pihaknya telah menunjuk dua pedagang yang menjadi agen laku pandai Bank Jateng.

Sementaar untuk penarikan retribusinya, telah disiapkan petugas pasar yang dilengkapi alat elektronic data capture (EDC) android atau mobile point of sale (MPOS).

“Petugas akan mendatangi kios masing-masing pedagang. Kami menyiapkan tiga unit MPOS yang merupakan hibah dari Bank Jateng,” katanya.

Harys menambahkan, e-retribusi  mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus. Di Pasar Kliwon yang telah lebih dulu menerapkan e-retribusi misalnya. Pada 2019 realisasi penerimaannya sebesar Rp1,1 miliar naik menjadi Rp 1,3 miliar pada 2020.

Padahal, pedagang yang menjadi sasaran masih terbatas pada pedagang yang berjualan di kios dan los. Sementara untuk  pedagang lesehan belum diterapkan karena jualannya pindah-pindah pasar. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini