seniman pati
Puluhan seniman Pati saat beraudiensi di kantor DPRD Kabupaten Pati. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Puluhan seniman Pati mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mereka wadul sulitnya bertahan di tengah pandemi lantaran sepi job.

Sudah empat bulan ini mereka tak bisa manggung lantaran tidak diberikan ijin. Wibowo Asmara, salah seorang dalang menyebut bahkan tak sedikit rekan seniman yang harus menjual perabotan lantaran selama empat bulan terakhir ini tak juga mendapatkan penghasilan.

“Mau bagaimana lagi. Empat bulan ini tak mendapatkan pekerjaan, padahal kebutuhan ekonomi jelas tuntutannya. Kami harus tetap berfikir untuk mengisi perut,” keluhnya.

BACA JUGA : 21 Kesenian Tradisional Anak Pentas Bareng di Pusat Kuliner Pati

Biasanya selamabulan Syawal, Apit, dan Besar (dalam penanggalan Jawa) seperti sekarang ini, para pegiat seni tengah panen tanggapan. Bahkan saat Apit, setiap kelompok kesenian bahkan bisa pentas hingga 40 titik setiap bulannya. Namun saat ini seniman Pati tak bisa manggung sekali pun satu kali.

“Kalau lama-lama seperti ini bukannya kami mau dibunuh? Kami tidak punya pekerjaan lainnya. Kami akan terus berjuang agar diberikan izin,” katanya.

Izin Pertunjukan Kesenian

Wibowo menyayangkan tidak diizinkannya pertunjukkan kesenian. Padahal pasar dan mall tetap diberi izin untuk buka. Mereka pun menuntut agar kesenian dapat segera diberi ijin. Diharapkan anggota dewan dapat menyampaikan tuntutannya kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Kami pun siap menjalankan protokol kesehatan. Kami juga siap bekerjasama dan ikut mensosialisasikan terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan saat pentas. Kami sadar pandemi ini bukan lokal, namun kami berharap ada toleransi untuk kami pekerja seni,”imbuhnya.

Sementara itu Joni Kurnianto, koordinator Komisi D mengaku turut prihatin atas kondisi yang dialami para pegiat seni di Pati. Dia juga mengamini jika tuntutan utama para pegiat seni tersebut agar pada bulan Juli mendatang mereka bisa segera ikut bekerja.

“Mereka bahkan sudah membuat suatu rancangan yang diadopsi dari Rembang terkait standard protokol kesehatan untuk Covid-19,” terangnya.

Pihaknya pun mengaku menyambut baik atas hal tersebut. Oleh karenanya Komisi D akan melaporkan ke pimpinan dengan rekomendasi agar bisa bertemu Bupati Pati selaku ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19.

“Karena baik dari Polres, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan yang mewadahi pegiat seni menyebut butuh konfirmasi dari Gugus Tugas untuk bisa memberikan ijin. Kami akan berupaya mendorongnya,” imbuhnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan