pdp terkonfirmasi positif Covid-19
Bupati Haryanto memimpin Musrenbang Kabupaten Pati sebelum menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19. (suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Bupati Haryanto membenarkan satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Pati terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien tersebut kini dirawat di RSUD Dr Moewardi Surakarta.

“Yang jelas ada (positif Covid-19). Kalau personalnya tidak kami publikasikan,” ujar bupati saat dikonfirmasi melalui whatsapp seusai memimpin Musrenbang Kabupaten Pati, Sabtu (4/4).

Menurutnya, pasien laki-laki tersebut sebelumnya dirawat di ruang isolasi RSUD RAA Soewondo Pati dan akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Moewardi.

“PDP kami rujuk ke RSUD Dr Moewardi Surakarta yang agak lengkap. Karena rumah sakit rujukan kalau di Pati lini kedua,” lanjutnya.

Tinggal di Kudus

Selain PDP tersebut, belakangan muncul informasi jika warga asal Pati juga terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat di Kudus. Pasien perempuan berusia muda tersebut dirawat di rumah sakit di Kudus.

Wakil Bupati Saiful Arifin selaku wakil ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati menyatakan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pelacakan kontak perempuan yang bekerja di instansi swasta di Kudus itu. Dia pun mengungkapkan hasilnya.

BACA JUGA: Status Pati Belum KLB dan Zona KuningPemkab Anggarkan Rp 10 Miliar Bantu Keluarga Terdampak Korona

“Sudah kami lacak, dan ternyata pegawai perempuan yang berusia 28 tahun tersebut selama ini lebih banyak berada di asrama salah satu institusi swasta di Kudus,” katanya.

Pria yang akrab disapa Safin ini menjelaskan, PDP yang dirawat di Kudus sempat menjenguk orang tuanya yang tinggal di Kecamatan Dukuhseti pada 21 Maret. Kala itu, lanjut dia, perempuan ber-KTP Pati tersebut mengambil ikan.

“Dia bertemu dengan ibu dan bapaknya. Perjumpaan mereka tidak lama, hanya sekitar 15 menit kemudian kembali ke Kudus. Sehari-harinya dia tinggal di asrama pada institusi tempatnya bekerja,” paparnya.

Wabup pun mengungkapkan kondisi bapak perempuan itu yang berusia 60 tahun dan ibunya yang berusia 55 tahun. Mereka dalam kondisi sehat.

Lebih lanjut Safin menjelaskan, perempuan itu baru mengetahui statusnya positif Covid-19 setelah hasil uji swab tenggorokan turun dari Jakarta. Perempuan tersebut masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Dia telah menjalani perawatan di ruang isolasi sekitar satu pekan di salah satu rumah sakit di Kudus.

“Dimungkinkan merupakan carrier atau pembawa. Jadi, secara fisik tidak ada gejala seperti demam atau batuk,” lanjutnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan