UPDATE COVID 17 APRIL
sumber dari www.corona.kuduskab.go.id

KUDUS, suaramuria.com – Seorang pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS Mardi Rahayu dinyatakan sembuh, Jumat (17/4). Namun di saat yang hampir bersamaan, hasil swab pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit itu juga dinyatakan positif Covid-19.

Total kini ada sebanyak sembilan kasus positif Covid-19. Sebanyak tiga orang pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Empat orang masih menjalani perawatan intensif, dan dua pasien lainnya meninggal dunia.

Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, hasil PCR ulang pasien perempuan asal Jepara yang dikirim ke BP2P2VRP Salatiga telah keluar.

Pasien berusia 39 tahun yang dirawat sejak 1 April 2020. Hasil Swab pertama tanggal 7 April dinyatakan positif Covid-19. “Dari hasil PCR ulang yang diterima tanggal 16 April 2020, pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19,” kata Andini.

BACA JUGA : Dampak Covid-19, Pemkab Kudus Pangkas 50 Persen Belanja Dinas

Sementaa itu, satu pasien positif Covid baru berasal dari Demak. Pasien laki-laki berusia 50 tahun itu kini dirawat di RS Mardi Rahyu Kudus. “Hasil PCR pasien tersebut juga diterima tanggal 16 April. Hasilnya positif,” katanya.

Disebutkan, kondisi pasien tersebut belum stabil dan masih dilakukan penanganan intensif oleh tim medis. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melakukan koordnasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk kepentingan surveilans dan tindak lanjutnya.

Hingga Jumat (17/4/2020), perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terdapat sebanyak 14 OTG (orang tanpa ganggung), 144 ODP (orang dalam pemantauan, dan 84 PDP (pasien dalam pengawasan).

27 PDP yang dirawat di RS Mardi Rahayu

Terpisah, Direktur RS Mardi Rahayu dokter Pujiant mengatakan, tim medis berupaya keras melakukan penanganan terbaik kepada semua PDP yang dirawat. Total ada sebanyak 27 PDP yang dirawat di RS Mardi Rahayu, sejak akhir Maret.

Dari jumlah itu, dua ornag pasien meninggal dunia, dua orang pasien sembuh, dan masih ada dua orang pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi khusus. “Covid-19 memang harus diwaspadai, tapi jangan sampai menjadikan panik. Faktanya, 80 persen pasien dinyatakan sembuh,” katanya.

RS Mardi Rahayu, kata Pujianto, telah melakukan skenario khusus seperti larangan bezuk dan menyiapkan akses khusus bagi karyawan maupun pasien dan penunggu pasien.

“Hanya ada satu akses keluar masuk untuk karyawan, dan satu akses untuk pasien dan penunggu pasien. Semua yang masuk dilakukan screening,” katanya.

Selain itu, RS Mardi Rahayu juga terus menambah kapasitas ruang isolasi khusus. “Beberapa ruangan sudah berisi satu pasien satu kamar. Kami akan atur secara bertahap satu kamar hanya satu pasien. Untuk stok APD masih aman untuk tiga minggu ke depan, menyusul banyaknya donasi yang masuk ke rumah sakit kami,” katanya. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan