ruang kelas rusak
Atap plafon ruang kelas III SDN 2 Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus disangga bambu setelah ambrol. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Akibat ruang kelas rusak, sebanyak 22 murid kelas III SDN 2 Purwosari Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mengungsi ke ruang laboratorium.

Ironisnya meski ruangan kelas yang mengalami kerusakan, sekolah justru mendapat anggaran perbaikan untuk ruangan perpustakaan, tahun ini.

Kepala SDN 2 Purwosari Noor Rocis mengatakan, plafon ruang kelas ambrol saat hujan deras turun, seminggu lalu. Untuk keamanan siswa, sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang laboratorium.

Untuk menghindari kerusakan lebih luas, pihak sekolah memasang sejumlah bambu untuk menyangga atap plafon.

“Ruang kelas III sesekali masih digunakan untuk persiapan kegiatan pesta siaga,” kat Noor Rochis, Kamis (30/1/2020).

BACA JUGA : Pemkab Kudus Naikkan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan

Kerusakan plafon juga terjadi di ruang kelas V. Namun, ruangan itu masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para murid. Para guru was-was setiap hujan turun. Pasalnya kerusakan itu membuat atap ruagan bocor.

Kebocoran ruangan juga terjadi di ruang kelas I dan VI. Noor Rochis mengatakan, pihak sekolah sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus melalui kantor UPT Disdikpora Kecamatan Kota.

Tahun ini sekolah mendapatkan kucuran anaggaran perbaikan. Namun menurut Rochis, anggaran perbaikan itu bukan diperuntukkan untuk ruang kelas yang rusak, melainkan untuk memperbaiki ruang perpustakaan.

“Sudah kami laporkan kerusakan ruang kelas tersebut. Namun informasinya yang kami terima anggaran kegiatan perbaikan yang dialokasikan tahun ini justru untuk ruang Perpustakaan,” katanya.

Noor Rochis menambahkan, sepanjang sepengetahuannya bertugas di SDN 2 Purwosari, ruang kelas sekolah yang dipimpinnya belum tersentuh kegiatan perbaikan sejak dibangun. Total murid sekolah itu saat ini mencapai 143 anak.

Tidak Teliti

Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistyo Utomo menyayangkan tidak telitinya Disdikpora dalam mengalokasikan anggaran perbaikan. Seharusnya, perbaikan ruang kelas menjadi prioritas karena fungsinya yang vital untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

“Anggaran perbaikan sekolah tahun ini mencapai puluhan miliar rupiah. Seharusnya perbaikan ruang kelas bisa diprioritaskan,” katanya.

Kepala Disdikpora Kabupaten Joko Susilo membenarkan banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Pemkab Kudus tahun ini mengalokaksikan anggaran Rp 35,4 miliar untuk memperbaiki sebanyak 169 gedung sekolah.

Mayoritas gedung yang bakal diperbaiki yakni sekolah dasar. “Hampir 80 persen yang akan diperbaiki tahun ini masih sekolah dasar. Sebab jumlah SD memang banyak,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan