- Advertisement -
Beranda Kudus RSU Kudus Janjikan Tangani Pasien dalam 5 Menit

RSU Kudus Janjikan Tangani Pasien dalam 5 Menit

- Advertisement -

KUDUS, suaramuria.com – RSU dr Loekmonohadi Kudus menjanjikan layanan pertama pada pasien yang masuk dalam lima menit melalui slogan “Manut Yo Mas”. Percepatan penanganan ini penting untuk deteksi dini penanganan pasien di tengah pandemi Covid-19.

Peluncuran program frontliner leading service 5 menit ini dihadir langsung Plt Bupati Kudus Hartopo. Dalam sambutannya, Hartopo mengingatkan layanan ini tidak sekedar slogan semata.

“Jangan hanya seremonial saja. RSU Kudus saat ini menjadi rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah eks-Karesidenan Pati. Jika ada pelayanan yang buruk atau kurang pas, tentu akan menjadi sorotan,” kata Hartopo, Jumat (23/10).

BACA JUGA : RSU Kudus Siapkan Ruangan untuk Uji Swab Covid

Hartopo berharap ada perubahan pola pikir para petugas medis yang ada di RSUD Kudus dalam memberikan pelayanan. Ia tak ingin lagi mendengar ada petugas RSU pelat merah itu yang galak atau tidak ramah dengan pasien.

“Jika ada pengunjung yang kebingungan, petugas yang mengetahui harus cepat-cepat mendatanginya untuk menawarkan bantuan. Bukan malah menunggu didatangi pengunjung baru menawarkan bantuan,” katanya.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar mengatakan, program ini menjadi momentum bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, senyum, dan sopan.

Melalui pelayanan ini setiap pasien yang masuk harus sudah tertangani dalam lima menit. Jika ada pasien dengan gejala awal Covid-19, maka pasien dalam satu jam harus sudah menjalani pemeriksaan laboratorium dan rontgen.

“Jika hasilnya mengarah kuat pada Covid-19, maka petugas wajib melakukan pengambilan swab dalam setengah jam kemudian. Harapannya hasilnya akan segera diketahui keesokan harinya,” katanya.

400 Sampel Swab

Azis mengatakan, RSU dr Loekmonohadi kini telah memiliki fasilitas ekstraksi RNA robotic pada alat alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dengan alat ini, kapasitas pemeriksaan sampel swab  bisa dimaksimalkan hingga 400 sampel sehari.

“Kapasitas pemeriksaan sudah bisa optimal hingga 400 sampel sehari. Sehingga hasil uji swab bisa segera diketahui,” katanya.

Azis mendorong pasien maupun keluarga pasien tak ragu melapor jika ada petugas yang tidak rapan, sopan, dan senyum dalam melayani.

“Program ini ‘Manut Yo Mas’ ini tidak hanya slogan semata. Tentu ada reward bagi petugas yang menjalankan program ini dengan tulus ikhlas, dan punshment untuk petugas yang masih galak, tidak sopan, dan tidak mau senyum dalam melayani pasien,” katanya. (SRM)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: