rsu fastabiq pati
Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati melakukan penanganan pasien suspect Covid-19 saat simulasi, Senin (17/2). (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Kendati sampai saat ini data dari Kementerian Kesehatan belum menemukan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, namun RSU Fastabiq Pati tetap mempersiapkan diri.

Pihaknya menyatakan siap melakukan penanganan jika terdapat pasien terduga (suspect) Covid-19.

“Seluruh petugas rumah sakit (civitas hospital) kami telah siap siaga, apabila mendapati pasien dengan tanda dan gejala Coronavirus,” ujar Direktur Utama RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati dokter Aldila S Al Arfah, Senin (17/2).

Kesiapsiagaan itu ditunjukkan dengan melakukan simulasi menangani pasien suspect Covid-19. Pemeragaan penanganan mulai awal menerima pasien hingga merujuk ke rumah sakit lain.

Secara khusus, RSU Fastabiq Pati menyiapkan prosedur, tim, serta fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam menangani pasien suspect Covid-19. Aldila menyebut, tim medis didukung dokter spesialis paru, anak, penyakit dalam, dan kandungan.

Pihaknya juga menyediakan ruang isolasi berikut perangkat di dalamnya. Fasilitas dan peralatan itu untuk mendukung penanganan berupa screening dan stabilisasi pasien.

Simulasi itu, lanjut dia, untuk memberi pemahaman kepada seluruh civitas rumah sakit. Utamanya tentang tata laksana dan prosedur dalam menangani pasien yang diduga terjangkit Covid-19.

Pemeragaan penanganan tersebut dilakukan mulai dari penerimaan pasien rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), men-screening dan stabilitasi di ruang isolasi hingga melakukan rujukan ke rumah sakit tipe B.

“Kebetulan RSU Fastabiq masih kelas C sehingga dalam penanganan pasien suspect Covid-19 harus merujuk ke rumah sakit tipe B,” ujar pimpinan rumah sakit terakreditasi paripurna itu.

Dalam kesempatan itu, Aldila mengungkapkan gejala awal klinis awal Covid-19, yang merupakan virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Gejala itu terdiri atas demam, batuk, nyeri kepala, sakit tenggorokan, serta letih dan lesu. Jika terjadi perburukan kondisi maka pasien dapat mengalami pneumonia, sepsis, sampai gagal ginjal yang dapat berujung kematian.

“Dalam semua penanganan gangguan kesehatan, termasuk pasien terduga Covid-19 kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dengan tanpa mengabaikan keselematan petugas kesehatan,” tandasnya.(SRM)

Tinggalkan Balasan