Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pati tampak kompak membantu memasak di dapur umum di lokasi banjir Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus.

PATI, Suaramuria.com – Ratusan rumah terendam dengan kedalaman hingga satu meter di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Untuk penanganannya, Polres pun bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum di desa tersebut.

Hal itu penting lantaran sudah ada 350 rumah di desa itu yang terendam banjir. Bahkan ketinggian air di dalam rumah mencapai 60 hingga 150 sentimeter. Kondisi itu tentunya menyulitkan masyarakat seperti untuk memasak maupun mencari bahan makanan.

Bersama Brimbob Subden 4 Pati, Jajaran Polres Pati dan Bhayangkari pun menggelar dapur umum. Setidaknya ada 400 kotak makanan siap saji dibagikan kepada warga Desa Mintobasuki dan sekitarnya. Dapur umum itu didirikan di kawasan yang dekat dengan lokasi banjir.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat bersama Ketua Cabang Bhayangkari Sari Arie Prasetya Syafaat bahkan tampak terlibat langsung untuk membantu memasak disana.

“Dengan adanya kegiatan dapur umum ini, kami memang berharap agar bisa mambantu meringankan beban warga masyarakat Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus yang terdampak banjir,”imbuhnya.

BACA JUGA : Kapolres Pantau Banjir, Gunakan Jukung Serahkan Bantuan

Kapolres mengatakan, giat dapur umum tersebut rencananya akan kembali digelar selama banjir melanda. Pihaknya juga telah menyiapkan personel untuk membantu kegiatan dapur umum tersebut. Tim urdokkes Polres Pati juga tetap disiagakan untuk membantu pengecekan kesehatan kepada warga.

“Sebagian personel diutamakan Polwan, bersiaga di dapur umum untuk memasak makanan siap saji. Kemudian ada pula personel yang menyebar ke rumah – rumah warga memberikan hasil masakan ini. Semoga bermanfaat bagi warga, karena di tengah musibah seperti ini kita selayaknya gotong royong membantu,” katanya.

Adapun kondisi banjir yang terjadi di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus, kali ini terhitung cukup parah. Selain ratusan rumah terendam banjir, kondisi jalan desa juga tergenang hingga kedalaman satu meter. Bahkan warga harus menggunakan jukung atau perahu kecil untuk jalur transportasinya.(srm)

Tinggalkan Balasan