Ratusan Personil Dikerahkan Kawal PPKM Darurat

0
ratusan personel dikerahkan
Apel siaga yang digelar untuk kesiapan PPKM darurat di Setda Kabupaten Pati. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Ratusan personil dikerahkan untuk mengawal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Pati. Ratusan personil itu merupakan gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing melalui Kabag Ops Polres Pati, Kompol Sugino mengatakan total akan ada 400 personil gabungan yang akan mengawal PPKM Darurat. Ratusan personil dikerahkan itu sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal PPKM agar berjalan dengan maksimal.

“Saatnya Show of force. Seluruh stake holder siap menegakkan penerapan PPKM darurat ini,” kata Kompol Sugino usai apel pasukan di halaman Setda Kabupaten Pati, (3/7/2021).

Ia menyebut, pihaknya akan menindak tegas masyarakat yang melanggar pemberlakuan itu.

“Aturan pasti ditegakkan dengan tegas tanpa pandang bulu. Karena peringatan atau imbauan sudah bukan saatnya lagi. Untuk tindakan tegas sesuai hukum yang ada,” imbuh dia.

BACA JUGA : Karaoke Wajib Tutup Selama PPKM Darurat

Kompol Sugino menambahkan, meskipun perekonomian akan terpengaruh saat masa PPKM darurat ini, namun masyarakat diminta untuk bersabar dan mematuhi keputusan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

“Seluruh masyarakat harus patuh. Karena ini bukan saatnya untuk kita tidak tegas. Karena setiap hari sudah puluhan orang meninggal, apakah ini harus dibiarkan?.  Masyarakat harus patuh dan bersabar dahulu,” terang dia.

Sementara itu dalam PPKM Darurat di Kabupaten Pati turut mengisyaratkan karaoke wajib tutup. Bahkan sekalipun bagi tempat karaoke yang telah berizin.

Telah Disegel

Bupati Haryanto menyebut enam tempat karaoke yang berizin, semuanya telah disegel. Namun jika didapati ada yang nekat beroperasi, pihaknya mengaku siap menindak tegas seusai peraturan perundang-undangan yang ada.

“Kalau membandel ada sanksi. Pertama berdasarkan Perda, penyelenggara dan pelaku didenda. Kemudian nanti ada juga jeratan hukum. Karena sesuai pelaksanaan PPKM Darurat, bisa dijerat pidana,”tegasnya.

Oleh karenanya, bupati berharap pihak manajemen perhotelan bisa memahami dan mengerti agar persebaran Covid-19 bisa teratasi.Selain tempat karaoke, bupati juga menyebut tempat pariwisata juga ditutup.(srm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here