mardi rahayu kudus
ilustrasi

KUDUS, suaramuria.com – Ratusan tenaga kesehatan di RS Mardi Rahayu Kudus suspect Covid-19, atas hasil reaktif rapid test setelah RS swasta itu melakukan screening sejak 20 April.

Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus yang positif Covud-19 pun kemungkinan bisa terus bertambah.

Di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus misalnya, dari sebanyak 1.423 orang tenaga kesehatan yang telah menjalani pemeriksaan menggunakan rapid test (RDT), sebanyak 15,8 persennya menunjukkan reaktif.

Sebanyak 225 tenaga kesehatan termasuk tenaga outsourching dan parkir yang reaktif RDT itu, menurut Direktur RSMR dokter Pujianto, telah menjalani dua kali pemeriksaan uji swab.

“Pemeriksaan sudah dimulai sejak 20 April lalu. Dari pemeriksaan ini lah kemudian muncul hasil 13 tenaga kesehatan di RSMR yang positif Covid-19 berdasarkan hasil sab,” kata Pujianto, Senin (4/5).

BACA JUGA : Duh.. 16 Kasus Baru Positif Covid-19 dalam 2 Hari

Dia menambahkan, dari sebanyak 15,8 persen staf yang RDT-nya reaktif, ada sebanyak 37 orang yang hasil swabnya negatif (16 persen). Namun, ada juga sebanyak 13 orang yang hasil swabnya positif (6 persen).

“Sesuai instruksi dari Dinkes Kabupaten Kudus, mereka kemudian diisolasi di Ruang Perawatan di RS Mardi Rahayu, sementara proses pemeriksaan swabnya masih terus berlangsung. Ada dua nakes kami yang memilih isolasi di Semarang karena memang rumahnya di sana,” katanya.

Pujianto menambahkan, pihaknya juga menjadwalkan proses skrining RDT terhadap 763 orang yang kontak erat. Dari jumlah itu, sebanyak 359 orang telah menjalani rapid test. Sisanya sebanyak 404 orang akan di selesaikan sampai hari ini (5/4).

“RSMR mendapat bantuan sebanyak 100 RDT dari Kemenkes, 100 dari Dinkes Provinsi Jateng dan Kabupaten. Sisanya 1.800-an kami pengadaan sendiri. Ada juga donasi 20 test dari donatur Surabaya,” katanya.

Pelayanan di RS Mardi Rahayu

Pelayanan kesehatan di RSMR, lanjut Pujianto, masih berjalan. Pelayanan kesehatan baik kepada pasien Covid-19 maupun non-Covid-19 tetap dilaksanakan. “Tenaga kesehatan kami masih mencukupi untuk melakukan pelayanan secara optimal,” katanya.

Pujianto menambahkan rapid test ini dilakukan bukan untuk membuat panik masyarakat. Justru dengan rapid test ini pihaknya bisa mengambil langkah pencegahan kepada orang tanpa gejala (OTG) yang reaktif rapid test.

Ia bahkan membuka kesempatan warga yang ingin mengikuti rapid test. “Karena pemeriksaan swab yang masih mengantre lama, maka mulai besok (hari ini – Red) RSMR akan meluncurkan program pemeriksaan RDT untuk masyarakat,” katanya.

Program itu juga bisa diikuti dengan cara “Drive Thru”.  “Teknik pemeriksaannya menggunakan mesin imunolserologi baru dari Korea sehingga hasilnya lebih sensitif dibanding metode RDT dengan stik seperti yang selama ini dilakukan,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan