- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Rabu, 22 September 2021
BerandaKudusRatusan Buruh Rokok ‘Upgrade’ Keterampilan di BLK Kudus

Ratusan Buruh Rokok ‘Upgrade’ Keterampilan di BLK Kudus

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Pelatihan keterampilan khusus di BLK Kudus diminati buruh rokok. BLK Kabupaten Kudus membuka pelatihan khusus untuk buruh rokok atau keluarganya melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kabupaten Kudus tahun ini juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,693 miliar melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pelatihan kerja di BLK Kudus.

Anggaran tersebut dikucurkan untuk menggelar pelatihan kerja 17 jurusan yang berbeda. Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, pelatihan kerja dari anggaran DBHCHT sudah mulai digelar, Senin (13/9).

“Ada sebanyak 43 paket pelatihan dengan 17 jurusan yang bisa dipilih. Kami membuka kesempatan belajar untuk sebanyak 772 orang peserta warga Kudus dari buruh rokok maupun keluarganya,” katanya melalui  Plt Kepala BLK Sri Riswanti, Senin (13/9).

BACA JUGA : Sisa Anggaran DBHCHT Rp 57 Miliar, DPRD Kudus Usul Bangun RS Paru

Program pelatihan yang dibuka yakni pelatihan las SMAW, menjait pakaian, operator komputer, otomotif mobil, tata boga pastry dan bakery, make up artist, akrilik, batik, bordir, merajut tas dan dompet, dan setir mobil.

BLK juga membuka pelatihan kejuruan baru yakni pelatihan digital marketing, hidroponik, roasting coffee dan barista.

“Empat jurusan baru kami buka karena melihat peluangnya sangat terbuka. Pembukaan kelas pelatihan digital marketing misalnya, harapannya nanti bisa membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui pasar online,” katanya.

Syarat Mudah

Sri menambahkan, program pelatihan kerja ini terbuka untuk warga Kabupaten Kudus. Khusus untuk pelatihan yang didanai dari anggaran DBHCHT, kata dia, dikhususkan untuk para buruh rokok dan keluarganya.

“Untuk calon peserta cukup melengkapi syarat keterangan dari desa. Selain program pelatihan, mereka nantinya akan mendapatkans sertifikat dan pendampingan saat merintis usaha setelah lulus,” katanya.

Program pelatihan keterampilan operator komputer dan menjahit pakaian sudah digelar. Untuk program pelatihan lain, kata Sri, masih dalam proses seleksi peserta. Pihaknya mengajak warga yang ingin meningkatkan keterampilan untuk segera mendaftar kelas yang masih tersedia.

“Untuk pelatihan kejuruan baru kami juga masih melakukan penjajakan dengan para mentor. Rencananya nanti akan digelar di tempat khusus karena kami tidak memiliki peralatan dan sarana pelatihannya,” katanya.

Sementara itu Widodo (34) salah seorang peserta pelatihan keterampilan menjahit pakaian mengaku sudah menantikan kegiatan ini. Meski bergabung dengan kelas yang didominasi peserta perempuan, Widodo tak terlihat canggung.

Warga Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus ini dengan seksama mmengikuti penjelasan mentornya. Sesekali ia menggoreskan pena di buku yang ada di depannya.

“Meski menjahit identik dengan perempuan, tetapi saya suka dengan keterampilan ini. Semoga nanti setelah lulus bisa membuka usaha sendiri,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: