- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusRanperda RTRW, Penentuan Lokasi Limbah B3 Jadi Sorotan DPRD Kudus

Ranperda RTRW, Penentuan Lokasi Limbah B3 Jadi Sorotan DPRD Kudus

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Rencana penentuan lokasi sistem pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius Pansus II DPRD Kudus.

Pasalnya, dalam Ranperda RTRW yang tengah dibahas, Pemkab Kudus mengusulkan tujuh kecamatan menjadi lokasi pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3).

Usulan ini mendapat reaksi keras dari Ketua Pansus II Aris Suliyono. “Kabupaten Kudus hanya sembilan kecamatan. Luas wilayah juga paling kecil se Jawa Tengah. Jika tujuh kecamatan menjadi lokasi pengelolaan limbah B3, itu artinya sebagian besar wilayah. Ini tentu akan sangat riskan,” katanya.

BACA JUGA : Limbah TPA Tanjungrejo Cemari Lahan Warga

Hal itu diungkapkan Aris saat memimpin rapat pansus dengan OPD terkait.

Hadir pada pembahasan Ranperda RTRW Kabupaten Kudus 2021-2041 itu Kepala Dinas PKPLH Agung Karyanto, Kepala Dinas PUPR Arief Budi Siswanto, Kepala Dinas Naker Perinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati, serta OPD teknis lainnya.

Pada rapat Pansus itu juga terungkap tidak semua kabupaten di Jawa Tengah mengakomodasi lahan pengelolaan limbah B3 di wilayahnya.

“Jika demikian, kami khawatir limbah B3 luar daerah akan dikirim ke Kudus karena di RTRW membuka peluang itu. Padahal Kudus wilayahnya kecil,” katanya.

Aris tak ingin Kabupaten Kudus dengan wilayah Kecil menjadi penampungan limbah B3. “Perlu diminimalisir lokasi-lokasi pengelolaan limbah B3,” katanya.

Syarat Khusus

Pandangan berbeda disampaikan Anggota Pansus II Ali Ikhsan. Menurut dia, Ranperda RTRW hanya mengakomodasi saja. Untuk pelaksanaan riil tentunya membutuhkan syarat khusus bagi pihak yang ingin membuka usaha pengelolaan limbah B3 di Kudus.

“Kudus menjadi kota industri, karena itu limbah B3 perlu dipikirkan. Syarat mendirikan usaha serupa tentu syaratnya tidak mudah karena ada kajian amdal dan lain-lainnya. Ini sama saja RTRW mengakomodasi lahan tol, tetapi pelaksanaannya nanti tentunya ada syarat ketentuannya,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas PKPLH Kudus Agung Karyanto. Sistem pengelolaan limbah B3 diakomodasi dalam Ranperda RTRW karena menjadi amanat dari Pusat.

“Tentu pengelolaan limba B3 tidak mudah. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Tujuh kecamatan yang menjadi lokasi sistem pengelolaan limbah B3 yakni Kecamatan kota, Bae, Gebog, Kaliwungu, Jati, Mejobo, dan Jekulo.

Namun dalam pembahasan itu muncul desakan agar pengelolaan limbah B3 dilokalisasi di satu kecamatan yakni Kaliwungu untuk meminimalisasi gangguan lingkungan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here