lomba vlog bpjs kesehatan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Maya Susanti menyerahkan penghargaan lomba vlog kepada Puskesmas Mlonggo

KUDUS, suaramuria.com – Puskesmas Mlonggo, Kabupaten Jepara punya cara unik memangkas antrean pasien. Puskesmas itu menyiapkan mesin anjungan pendaftaran mandiri untuk pasien. Inovasi itu digambarkan detail hingga memenangi lomba vlog BPJS Kesehatan.

Kepala Puskesmas Mlonggo Eko Cahyo Puspeno mengatakan, aplikasi mesin anjungan pendaftaran mandiri m cukup mudah. Pendaftar cukup menempelkan kartu JKN, atau kartu pasien umum yang sudah tersedia.

“Barkode yang terdapat pada kartu cukup diarahkan pada alat pembaca yang tersedia, kemudian akan muncul identitas pendaftarnya yang memang sudah diinput pada sistem pendaftaran,” katanya saat menghadiri penyerahan penghargaan lomba vlog BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Jumat (28/8).

BACA JUGA : BPJAMSOSTEK Kudus Latih Korban PHK Keahlian Khusus

Eko menambahkan, setelah pasien kemudian menentukan poli, kemudian akan mendapatkan nomor antrean. Puskesmas juga melengkapi masing-masing poli layar monitor yang menunjukkan nomor antrean para pendaftar.

Selain mencegah antrean panjang dan tatap muka dengan petugas, mesin anjungan pendaftaran mandiri tersebut juga menghemat anggaran. Pasalnya Puskesmas tak perlu menyediakan kertas setiap menerima pendaftaran calon pasien.

“Masyarakat juga tidak perlu khawatir ketika berobat ke Puskesmas Mlonggo karena selain sudah menerpakan protokol kesehatan, sejak pendaftaran juga tidak langsung bertatap muka dengan petugas karena sudah tersedia mesin pendaftaran,” ujarnya.

Sejauh ini, Puskesmas Mlonggo merupakan Puskesmas pertama dan satu-satunya di Kabupaten Jepara yang menerapkan inovasi dalam memangkas antrean pendaftaran tersebut.

Contoh bagi Puskesmas Lain

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Maya Susanti mengatakan, inovasi tersebut menjadi contoh bagi Puskesmas lain dalam rangka memudahkan pendaftaran pasien. Aplikasi itu juga berhasil meminimalisasi tatap muka secara langsung.

Maya menambahkan, pada masa tatanan baru (New Normal) kasus penyebaran Virus Corona belum juga menunjukkan penurunan.

Tak hanya tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga perlu berperan aktif untuk menghentikan transmisi Virus Corona. Caranya adalah dengan kesadaran yang tinggi menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Protokol Kesehatan Covid-19 yang utama adalah 3S yaitu selalu pakai masker, selalu jaga jarak aman dan selalu mencuci tangan dengan sabun serta lakukan pola hidup bersih dan sehat. Yang kita hadapi saat ini sebagian masyarakat belum menyadari pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan