27.3 C
Kudus
Minggu, 5 Februari 2023
BerandaKudusPuskesmas dan Pustu Direvitalisasi, Bupati Hartopo : Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Puskesmas dan Pustu Direvitalisasi, Bupati Hartopo : Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.comPemkab Kudus tahun ini menggelontorkan anggaran besar untuk revitalisasi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi komitmen Pemkab Kudus bagi masyarakat.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ini Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran besaruntuk peningkatan sarana dan prasarana untuk kesehatan.

Pemkab Kudus tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,225 miliar lebih dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022 untuk memperbaiki gedung Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Diluar kegiatan itu, setiap layanan kesehatan itu juga mengusulkan anggaran untuk penambahan alat kesehatan.

BACA JUGA : DPRD Kudus Gelar Workshop Bahas Sumber Keuangan Daerah dari DBHCHT

Hartopo mengatakan, penggunaan anggaran DBHCHT saat ini diatur secara ketat melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 215/PMK.07/2021 Tentang Penggunaan Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau.

Melalui PMK tersebut, Pemerintah Pusat mengatur penggunaan 50 persen anggaran DBHCHT untuk kesejahteraan masyarakat, 40 persen untuk bidang kesehatan, dan 10 persen untuk bidang penegakan hukum.

Sebanyak 50 Persen bidang kesejahteraan masyarakat digunakan untuk program peningkatan kualitas bahan baku, program pembinaan industri, dan program pembinaan lingkungan sosial.

Sebanyak 40 persen anggaran DBHCHT di bidang kesehatan digunakan untuk program pembinaan lingkungan sosial, salah satunya untuk pembiayaan program penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Sisanya sebanyak 10 persen untuk bidang penegakan hukum digunakan untuk program pembinaan industri, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan program pemberantasan barang kena cukai ilegal,” katanya.

revitalisasi Puskesmas
Bupati Kudus Hartopo hadir pada sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai yang digelar Dinas Kominfo Kudus. (foto : suaramuria.com/dok)

Karena aturan tersebut, kata Hartopo, Pemkab Kudus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki gedung Puskesmas. Harapannya ketika fasilitas gedung bagus, pelayanan kepada masyarakat juga bisa lebih optimal.

BACA JUGA  Serap Aspirasi Pedagang Pasar Kliwon, Ketua DPRD Kudus Minta OPD Segera Kirim Revisi Perda PKD

Anggaran

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus menyebutkan, ada lima Puskesmas dan sebelas Pustu yang yang mendapatkan anggaran revitalisasi.

Lima Puskesmas itu masing-masing Puskesmas Sidorekso dengan pagu anggaran Rp 2,2 miliar, Puskesmas Jati dengan pagu anggaran Rp 1,8 miliar, Puskesmas Mejobo dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,1 miliar, Puskesmas Rendeng dengan pagu anggaran Rp 1,4 miliar, dan Puskesmas Rejosari dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar.

Pustu Rahtawu mendapat alokasi perbaikan sebesar Rp 325 juta. Puskesmas Rejosari tahun ini juga mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk perbaikan talut di lingkungan Puskesmas.

Untuk 10 Pustu lainnya masing-masing mendapatkan alokasi Rp 200 juta. Pustu itu tersebar di Desa Papringan, Kedungsari, Menawan, Kaliputu, Tenggeles, Sadang, Pladen, Kirig, Getaspejaten, dan Kalirejo.

“Pustu mendapat perhatian terutama yang berada di desa-desa pinggiran. Dengan adanya Pustu, warga akan dekat dengan layanan kesehatan di desanya,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini