Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama jajaran forkomida Kabupaten Kudus ikut berjalan kaki pada acara mlaku bareng santri di Alun-alun Kota Kudus, Minggu (27/10). (foto : suaramuria.com)

KUDUS – Puluhan ribu santri tumplek blek di Alun-alun Kota Kudus, Minggu (27/10) pagi. Mereka berasal dari madrasah dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kudus. Sembari membawa atribut dan spanduk, mereka antusias mengikuti acara mlaku bareng santri keliling kota Kudus.

Acara tersebut merupakan puncak peringatan hari santri nasional (HSN) 2019 di Kabupaten Kudus. Hadir pada acara tersebut Habib Ali Zaianal Abidin Assegaf (Habib Bidin) asal pekalongan bersama kelompok rebana Az Zahir.

Sekda Kudus Samani Intakoris dan jajaran forkompida, sejumlah anggota DPRD Kudus, dan Ketua PCNU Kabupaten Kudus HM Asyorfi Masitho juga hadir. “Acara ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan peringatan hari santri nasional yang sudah kami gelar,” kata ketua pantia HSN 2019 Kabupaten Kudus Mawahib.

Dalam sambutannya Mawahib yang juga anggota DPRD Jawa Tengah asal Kudus juga mengatakan, tim sepakbola Ponpes Al Maruf Kudus yang menjadi juara liga santri nusantaral (LSN) Kabupaten Kudus 2019, kini menjadi juara di tingkat jawa tengah.

“Tim sepakbola santri Ponpes Al Maruf akan mewakili Jawa Tengah pada LSN tingkat nasional. Mohon doa dan dukungannya,” katanya.

Sementara itu, Habib Bidin tak hanya melepas rombongan peserta mlaku bareng. Ia bersama jajaran forkompimda jug aikut berjalan kaki bersama para santri. Kehadiran Habib Bidin itu membuat para santri semakin bersemangat. Tak sedikit para santri yang memberanikan diri meminta berfoto bersama Habib Bidin, panggilan akrab Habib Ali Zainal Abidin.

Bib Bidin ikut memungut sampah yang bercecer di jalan sepanjang rute mlaku bareng santri Kudus, Minggu (27/10/2019) (foto : ist/suaramuria.com)

Di sepanjang rute, Habib Bidin juga ikut aksi bersih-bersih sampah yang bercecer di sepanjang rute. Hadir pada acara mlaku bareng santri itu, Sekda Kudus Samani Intakoris, Ketua PCNU Kabupaten Kudus HM Asyrofi Masitho, serta jajaran forkompida Kabupaten Kudus.

Sekda Kudus Samani Intakoris dalam sambutannya mengingatkan jika santri menjadi ujung tombak toleransi. Tidak hanya santri yang ada di Kudus saja, tetapi juga di seluruh Indonesia. “Tidak memandang suku, agama, dan ras. Kuncinya yakni pada sikap tidak membeda-bedakan antarsesama umat manusia, serta memahami jika Indonesia kaya akan budaya,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan