26.9 C
Kudus
Sabtu, 20 Juli 2024
BerandaKudusPuluhan Siswa SD di Kudus Bertahan Belajar di Sekolah Rusak, Ini Pemicunya

Puluhan Siswa SD di Kudus Bertahan Belajar di Sekolah Rusak, Ini Pemicunya

- Advertisement -spot_img

KUDUS,suaramuria.com – Puluhan siswa SDN 3 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus bertahan belajar di gedung sekolah rusak. Sekolah mereka sebelumnya telah digabung (regrouping) dengan SDN 4 Undaan Kidul.

Mereka seharusnya ikut bergabung belajar di SDN 4 Undaan Kidul. Namun karena jauh dari rumah, para orang tua siswa meminta anak-anaknya tetap bisa belajar di sekolah yang bangunannya rusak para itu.

Kepala SDN 4 Undaan Kidul Karsono menuturkan, jarak SDN 3 dengan SDN 4 Undaan Kidul sejauh sekitar 4 kilometer. Pihak sekolah sebelumnya mengajukan bantuan transportasi untuk memudahkan siswa eks SDN 3 Undaan Kidul itu.

BACA JUGA : 110 Sekolah Rusak di Kudus, Baru 30 Rampung Diperbaiki

Namun hingga kini, usulan tersebut belum ada realisasinya.

“Dulu sudah sempat mengusulkan pembelian kendaraan pengangkut siswa menggunakan anggaran dana BOS. Namun dari hasil konsultasi dengan dinas, tidak diperbolehkan. Akhirnya anak-anak tetap belajar di sekolah lama,” katanya.

Karsono menambahkan, ia sempat menggunakan mobil pribadinya untuk mengangkut siswa di SD 3 Undaan Kidul ke SDN 4 Undaan Kidul. Saat itu parasiswa tengah menjalani ujian sekolah. “Orang tua mereka tidak mengizinkan jika anak-anak berangkat ke sekolah naik sepeda. Khawatir karena jalan ramai kendaraan,” katanya.

Dilema

Karsono pun mengaku dilema dengan kondisi itu. Di satu sisi ia merasa kasihan dengan anak-anak yang tetap belajar di sekolah lama yang rusak, namun disisi lain sekolah tidak bisa berbuat banyak.

Sementara itu, usulan perbaikan gedung sekolah yang rusak itu pun tidak bisa. Pasalnya status sekolah itu sebenarnya tidak digunakan karena secara formal sudah digabung dengan SDN 3 Undaan Kidul.

Bangunan eks SDN 3 Undaan Kidul itu berada di Dusun Gatet, Desa Undaan Kidul. Dari tujuh ruangan, hanya tiga ruangan yang masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dari tiga ruangan itu pun kondisinya sudah tidak layak.

BACA JUGA  Kalah di Final, Persiku Jr Kubur Mimpi Juara Piala Soeratin

Tiga ruangan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar enam kelas ditambah ruang guru. Total ada 50 siswa yang masih bertahan di sekolah rusak tersebut.

Karsoni menambahkan, a tiga guru tidak tetap di sekolah itu. Mereka mengajar dua kelas sekaligus tiap harinya di ruang kelas yang sama.

“Kami masih menunggu solusi dari Dinas Pendidikan terkait masalah ini,” katanya. (srm)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Terkini

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini