ppkm diperpanjang
Kapolres Pati AKBP Cristian Tobing saat ikut dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendopo Kabupaten Pati. (foto : suaramuria.com/dok)

PATI, suaramuria.com – PPKM diperpanjang, Kapolres Pati AKBP Cristian Tobing mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam penerapan sejumlah kebijakannya.

Hal itu dikatakannya seusai rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Pati Rabu (21/7) kemarin. Dalam rakor tersebut pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang hingga 25 Juli. Namun untuk istilahnya memang diganti. Kabupaten Pati sendiri masuk dalam PPKM level 4.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menegaskan bahwa dalam upaya pemutusan mata rantai Covid – 19, pihaknya sepenuhnya mendukung kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

“Tentunya kami sudah melakukan upaya bersama dan bersinergi antara TNI – Polri dengan pemerintah daerah. Kami siap bersama-sama dalam melakukan segala upaya dalam menekan persebaran Covid – 19 di Kabupaten Pati,”ujarnya.

BACA JUGA : Ribuan Warga Terdampak PPKM Dapat Bantuan Polres

Pihaknya bahkan menyebut telah menyiapkan satu pleton siaga di Mapolres Pati yang diisi oleh Sat Sabhara. Satu pleton ini nantinya disiagakan demi mengantisipasi timbulnya gangguan kamtibmas di tengah pandemi Covid – 19.

Dia mengatakan, diantara upaya yang telah dilakukannya yakni menggelar operasi yustisi secara rutin. Terutama dalam penegakan aturan PPKM. Selain itu Polres Pati juga telah menggencarkan vaksinasi maupun membagikan bantuan bagi warga terdampak pandemi.

“Namun demikian, dalam upaya menekan persebaran Covid – 19, perlu adanya kesadaran dari diri masing – masing untuk memutus mata rantai diantaranya dengan melakukan protokol kesehatan ketat,”tegasnya.

Saat ini pihaknya menyebut masih rutin melakukan pembagian bantuan sosial melalui polsek jajaran. Proses pembagian bansos itupun melalui pendataan ketat melalui Babinkamtibmas untuk warga yang belum tersentuh bantuan.

“Kami fokuskan pendataan agar jangan sampai dalam pelaksanaannya terjadi tumpang tindih penerima. Jangan sampai warga yang menerima bantuan orangnya sama, itu – itu saja,” imbuhnya.(srm)

 

Tinggalkan Balasan