- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Selasa, 21 September 2021
BerandaRembangPolres Tahan PNS DPUTARU dan Pelaksana Proyek

Polres Tahan PNS DPUTARU dan Pelaksana Proyek

- Advertisement -spot_img

REMBANG, suaramuria.com – Aparat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Rembang Senin (29/3) menahan Widodo (51), Pegawai Negeri Sipil (PNS) mantan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) yang kini bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rembang.

Aparat menahan Widodo bersama tersangka lainnya Hamdun, Komisaris PT Gilang Pilar Nusantara (GPN) atas dugaan perkara tindak pidana korupsi Pekerjaan Peningkatan Jalan Lodan-Kalipang Kecamatan Sarang tahun anggaran 2016.

Kapolres Rembang AKBP AKBP Kurniawan Tandi Rongre didampingi Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menerangkan aparat mengenakan jeratan pasal Primair Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP kepada kedua tersangka. “Kami menahan kedua tersangka mulai Senin ini, ” jelas dia.

Dia menjelaskan Widodo merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Peningkatan Jalan Lodan-Kalipang Kecamatan Sarang tahun anggaran 2016. Proyek Peningkatan Jalan Lodan – Kalipang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Rembang.

Fee 20 Persen

ULP Kabupaten Rembang melaksanakan pelelangan proyek jalan itu.

“Pada saat proses pelelangan berjalan, penguna anggaran yaitu Ir Mujoko bertemu dengan Pelaksana Hamdun selaku Komisaris PT GPN. Intinya PT GPN bisa menang dalam lelang tersebut. Juga ada kesepakatan fee 20% dari kontrak untuk penguna anggaran dan PPK dalam pekerjaan peningkatan Jalan Lodan-Kalipang itu, ” terang dia.

Kasat Reskrim menyebut proyek itu tidak memiliki konsultan pengawas. Menurut hasil dari audit dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah ( APIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Rembang kemudian menemukan kerugian negara sebesar Rp. 710.538.000.

Total nilai proyek jalan itu mencapai Rp 3 miliar lebih. “Pelaksana melakukan pekerjaan mulai tanggal 15 November 2016 hingga 29 Desember 2016. Setelah pekerjaan selesai, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) mendapatkan kekurangan volume sebesar 1.044,35 meter kubik. PPHP tidak mengeluarkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan 100 persen. Namun anggaran sudah di cairkan 100 persen oleh Bendahara Pengeluaran yang di perintah oleh penguna anggaran dan PPK, ” jelas dia.

Dia menegaskan dalam kasus itu terdapat tiga orang tersangka. ”Kami saat ini tengah melakukan upaya paksa penahanan satu tersangka lain,” tandas dia. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: