residivis pemetik motor
Barang bukti kendaraan bermotor yang diamankan Polres Pati pada pelaksanaan operasi Sikat Jaran Candi. (foto : suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Sebanyak 10 orang pelaku kejahatan diamankan pada operasi Sikat Jaran Candi yang digelar Polres Pati. Mereka terlibat dalam sembilan kasus berbeda, salah staunya seorang residivis “pemetik motor”.

Pelaku yang diketahui bernama Karim, warga Kabupaten Blora kerap beroperasi di wilayah Kabupaten Pati. Tak tanggung-tanggung, selama ini dia telah menggasak 12 motor di 12 tempat kejadian perkara (TKP).

Saat menjalankan aksinya, residivis “pemetik motor” asal Blora ini hanya butuh waktu satu menit.

“Tidak ada target khusus untuk mencuri motor. Tinggal lihat mana yang sekiranya mudah diambil langsung ambil pakai kunci T. Paling hanya satu menit. Tapi biasanya yang sering diambil motor Scoopy,” katanya.

BACA JUGA : Bentuk Satgassus, Kapolres Pati Terinspirasi Legenda Kebo Landoh

Motor-motor itu kemudian dijualnya ke seorang penadah di Blora. Motor yang harusnya bernilai belasan juta itu, dijualnya kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta saja lantaran memang masuk motor bodong.

Kepada temannya yang menjualkan dia memberi upah Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. “Sudah tiga tahun ini melakukannya,”imbuhnya.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat menambahkan sepuluh tersangka yang berhasil diungkap itu hasil dari operasi Sikat Jaran Candi yang digelar hingga 25 Juli 2020 kemarin. Dari empat kasus yang ditargetkan berhasil dicapai bahkan ditambah lima kasus non target.

“Total ada sembilan kasus yang diamankan dengan 11 barang bukti dan 10 tersangka. Kesemuanya merupakan residivis atau pemain lama dengan kasus pencurian. Satu diantaranya juga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Tlogowungu beberapa waktu lalu,”terangnya.

Sepuluh orang tersangka yang diamankan itu selain dari Pati juga diketahui ada pula yang berasal dari luar daerah seperti Blora. Selain itu petugas juga berhasil mengamankan tersangka yang beroperasi di Rembang.

“Untuk itu kami selalu mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kendaraannya dengan baik. Memarkirkan di tempat yang aman bila perlu dengan pengaman ganda,” imbaunya. (SRM)

Tinggalkan Balasan